Dipublish oleh Tim Towa | 23 Desember 2025, 11:54 WIB
Towa News, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang yang tergabung dalam Holding BUMN Danareksa berhasil membukukan investasi sebesar Rp 4,87 triliun selama tahun 2025. Realisasi investasi tersebut diikuti dengan pemanfaatan lahan mencapai 93,67 hektare, menegaskan peran kawasan ini sebagai motor penggerak investasi dan pengembangan industri modern nasional.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Ngurah Wirawan mengatakan, pencapaian ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan investor global terhadap kawasan tersebut. "Capaian tahun ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap kawasan," kata Ngurah Wirawan seperti dikutip dari Antara, Senin (22/12/2025).
Sepanjang 2025, sebanyak 12 investor dari lima negara telah resmi bergabung di KEK Industropolis Batang. Investor tersebut berasal dari Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan China yang mengisi kawasan dengan berbagai sektor industri strategis.
Sektor-sektor yang dikembangkan mencakup baterai, otomotif, alat kesehatan, garmen, furnitur outdoor, makanan dan minuman, alas kaki, baja, tekstil, hingga kemasan. Menurut Ngurah, keberagaman sektor tersebut semakin memperkuat ekosistem industri yang komplet, modern, dan mampu bersaing di tingkat global.
Proyeksi Penyerapan 9.000 Tenaga Kerja
Gelombang investasi yang masuk ke KEK Industropolis Batang membawa dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja. Kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 9.000 tenaga kerja yang akan memberikan manfaat langsung bagi warga Batang dan Jawa Tengah.
Beberapa perusahaan bahkan sudah memulai operasional lebih awal dari jadwal. "Sejumlah perusahaan bahkan telah memulai operasional lebih awal, seperti PT Fondfashion Seamless Garment, yang memanfaatkan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) sembari menunggu penyelesaian pembangunan fasilitas utama mereka," ujar Ngurah seperti dilansir Antara.
Investor lain dijadwalkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2026, 2027, dan 2028. Dengan demikian, aktivitas ekonomi di kawasan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Investor Besar Perkuat Rantai Pasok Kendaraan Listrik
Tahun 2025 juga ditandai dengan masuknya investor berskala besar, yakni PT LBM Energi Baru Indonesia. Perusahaan yang bergerak di industri pendukung kendaraan listrik ini menjadi penyerap lahan terbesar sepanjang tahun dengan area seluas 31,72 hektare, sekaligus memperkuat rantai pasok kendaraan listrik nasional.
Di sisi lain, Yotrio/JJD Outdoors yang memproduksi furnitur outdoor untuk ekspor turut memberikan kontribusi besar, khususnya dalam proyeksi kebutuhan tenaga kerja guna memenuhi permintaan pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Ngurah menegaskan bahwa seluruh pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, terutama dalam agenda penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta akselerasi hilirisasi.
Menurutnya, KEK Industropolis Batang menjadi wujud nyata dari agenda pembangunan tersebut dalam bentuk kawasan industri yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
"Industropolis Batang hadir sebagai kawasan industri modern yang terhubung dan siap menyambut industri masa depan Indonesia. Capaian tahun ini menunjukkan kita berada di jalur yang tepat dalam mendorong realisasi investasi industri nasional," ujar Ngurah seperti dikutip Antara.
Visi Menjadi Shenzhen-nya Indonesia
Optimisme terhadap perkembangan KEK Industropolis Batang sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan kawasan tersebut pada 20 Maret 2025. Presiden menyampaikan bahwa kawasan ini akan berkembang menjadi Shenzhen-nya Indonesia, yaitu pusat industri maju yang mampu berkompetisi di tingkat global.
Seiring dengan perkembangan kawasan, Industropolis Batang terus memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pengelola lahan industri, tetapi juga sebagai pengelola kawasan industri modern berstandar global.
Transformasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat bahwa Batang kini tampil di panggung internasional sebagai tempat bagi industri kelas dunia, pusat penciptaan lapangan kerja, dan penggerak pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Dengan infrastruktur yang terus ditingkatkan, layanan investasi terintegrasi, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, KEK Industropolis Batang berkomitmen untuk menjaga momentum positif ini. "Kawasan ini siap melangkah sebagai lingkungan industri yang modern, kompetitif, dan membanggakan bagi Indonesia," kata Ngurah seperti dilansir Antara.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB