Towa News, Teheran – Iran mengajukan pengaduan terhadap Amerika Serikat (AS) atas sanksi di sektor penerbangan yang memaksa sejumlah penerbangan maskapai Iran dibatalkan. Pengaduan itu dilayangkan ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Mahkamah Internasional (ICJ).
Kepala otoritas penerbangan sipil Iran, Abouzar Shiroudi, menyebut pihaknya telah menyampaikan protes resmi kepada ICAO.
"Untuk membela hak-hak sah industri penerbangan dan melawan pembatasan ilegal yang diberlakukan oleh Amerika, Iran telah menyusun dan mengajukan protes resmi kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional," kata Shiroudi seperti dikutip dari kantor berita IRNA dan dilansir AFP, Selasa (29/9/2026).
ICAO merupakan badan PBB yang berbasis di Montreal, Kanada, dan bertugas menetapkan serta mengatur standar penerbangan sipil.
Shiroudi menambahkan, pengaduan juga diajukan ke ICJ di Den Haag bersama Kementerian Luar Negeri Iran.
"Dalam kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, kami juga telah mengajukan pengaduan kepada Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag," ujar Shiroudi, seperti dikutip dari IRNA dan dilansir AFP.
Pada September ini, Washington memberlakukan pembatasan terhadap seluruh industri penerbangan Iran. AS juga bertekad mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang membantu sektor penerbangan negara tersebut.
Sanksi mulai berlaku pada Rabu (23/9/2026). Setelah itu, sejumlah maskapai besar membatalkan penerbangan internasional karena beberapa negara menerapkan larangan.
Bagi warga Iran yang bepergian ke luar negeri, Turki kini menjadi tujuan utama. Rute ke Afghanistan, Pakistan, China, Rusia, Malaysia, dan Thailand juga masih tersedia.
Penerbangan ke Uni Emirat Arab (UEA) telah ditangguhkan. Dubai selama ini menjadi destinasi Timur Tengah terpenting bagi maskapai Iran, dengan beberapa penerbangan berangkat setiap hari dari Iran.
Kota tersebut menawarkan koneksi lanjutan ke Eropa, Asia, dan Afrika, serta menjadi tempat transit bagi banyak pelancong asal Iran.
Menurut seorang pejabat Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, sekitar 30 destinasi internasional masih dilayani maskapai Iran.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!