Dipublish oleh Tim Towa | 19 Januari 2026, 12:37 WIB
Towa News, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel mengklaim adanya keterlibatan satu partai politik dan satu organisasi kemasyarakatan dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
Pernyataan itu disampaikan Noel menjelang persidangan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (19/1/2026). Dia dijadwalkan menghadapi sidang atas kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi terkait pengurusan sertifikat K3.
"Yang jelas ada satu partai dan satu ormas yang terlibat langsung dalam permainan ini," kata Noel seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (19/1).
Meski mengaku akan membuka identitas partai dan ormas tersebut, Noel enggan memberikan petunjuk lebih lanjut. "Jangan kasih tahu warnanya, clue-nya, yang jelas partai dan ormas. Partainya saya kasih tahu pekan depan," ujarnya seperti dikutip dari DetikNews.
Politikus tersebut menegaskan tidak berniat meminta abolisi maupun amnesti kepada Presiden Prabowo Subianto. Dia memilih mengikuti proses persidangan terlebih dahulu.
"Harapannya sih pengin bebas. Tapi ketika kita sudah diorkestrasi sebagai gembong koruptor, kita akan mengiyakan sebagai gembong koruptor," ucapnya dalam laporan DetikNews.
Noel juga kembali menyatakan tidak ada kerugian negara dalam kasus ini. Pernyataan serupa telah disampaikannya sejak diproses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelumnya, KPK menyebutkan dugaan pemerasan yang melibatkan Noel dan kawan-kawan untuk periode 2020-2025 mencapai Rp201 miliar. Angka tersebut belum termasuk pemberian tunai atau barang seperti kendaraan, fasilitas ibadah haji dan umrah.
Kasus pemerasan pengurusan sertifikasi K3 diduga berlangsung sejak 2019. Biaya pengurusan yang seharusnya hanya Rp275 ribu melonjak menjadi Rp6 juta. Dari selisih biaya tersebut, uang senilai Rp81 miliar diduga mengalir ke sejumlah pihak.
KPK telah menetapkan total 14 tersangka dalam kasus ini, termasuk Noel yang dijaring melalui Operasi Tangkap Tangan pada Agustus 2025.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Yusril: Stabilitas Pemerintahan Ditentukan Kompromi Politik, Bukan Ambang...
Towa News | 04 Maret 2026, 12.37 WIB
Produksi Beras Januari 2026 Tumbuh 38,56 Persen, Capai...
Towa News | 03 Maret 2026, 11.22 WIB
Kejagung Sita Puluhan Aset Tanah dan Pabrik Sawit...
Towa News | 03 Maret 2026, 10.59 WIB
WNI di Timur Tengah Diminta Waspada, Kemlu RI...
Towa News | 01 Maret 2026, 21.17 WIB
Prabowo Siap ke Teheran, Indonesia Ambil Peran Mediasi...
Towa News | 01 Maret 2026, 02.05 WIB