Dipublish oleh Admin | 28 Maret 2025, 14:21 WIB
Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), untuk berbuka puasa bersama di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 26 Maret 2025. Menurut keterangan dari Biro Sekretariat Presiden, Jokowi tiba di Istana sekitar pukul 17.30 WIB melalui gerbang utama, di mana ia disambut oleh enam anggota Paspampres berbaju biru.
Setibanya di Istana, Jokowi yang mengenakan batik langsung disambut oleh Prabowo dengan jabat tangan hangat. Turut hadir dalam penyambutan tersebut adalah Mensesneg Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Saat bertemu, Jokowi menilai bahwa Prabowo tampak lebih segar.
"Bagaimana kabarnya?" tanya Prabowo.
"Seger banget," jawab Jokowi sambil menunjuk Prabowo.
Keduanya kemudian menuju Presidential Lounge untuk berbuka puasa bersama. Mereka tampak berbincang akrab dan menikmati momen kebersamaan di bulan Ramadan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang menikmati hidangan, tetapi juga mencerminkan pentingnya komunikasi antar pemimpin dalam menjaga persatuan bangsa.
Selama berbuka, Jokowi merasakan adanya perubahan di Istana Merdeka. Dalam perbincangan di meja makan, ia mengungkapkan kesannya terhadap suasana yang berbeda.
"Saya kira saat masuk ke Istana Merdeka, suasananya langsung terasa berubah," kata Jokowi sambil tertawa.
Setelah acara selesai, Jokowi berpamitan dan diantar oleh Prabowo hingga ke mobil.
"Terima kasih, Pak," ujar Jokowi sebelum meninggalkan Istana.
Jokowi mengakui bahwa ada pembicaraan politik saat berbuka puasa bersama dengan Prabowo Subianto. Awalnya, ia menyebut pertemuan tersebut hanya sebagai momen berbuka dan bersilaturahmi.
"Oh, hanya buka puasa dan silaturahmi biasa," kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, seperti dikutip dari *detikJateng* pada Kamis, 27 Maret 2025.
Namun, Jokowi kemudian mengakui bahwa pembicaraan politik memang sempat terjadi dalam pertemuan tersebut, meskipun ia enggan mengungkapkan isinya secara rinci.
"Ada sedikit-sedikit (pembicaraan politik). Perkembangan negara juga dibahas, tapi hanya sedikit," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada diskusi mengenai Danantara maupun rencana pertemuan setelah Lebaran. Menurutnya, topik yang dibahas lebih ringan, terutama seputar makanan.
"Danantara tidak dibahas. Tidak ada juga pembicaraan mengenai pertemuan setelah Lebaran. Lebih banyak hal ringan, seperti makanan. Selama dua jam pertemuan, berbagai hal dibahas sedikit-sedikit. (Prabowo menanyakan hubungan dengan PDIP?) Tidak, tidak ada," tutupnya.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Iran Ancam Serang Kota-kota di Eropa jika Negara-negara...
Towa News | 05 Maret 2026, 10.42 WIB
Yusril: Stabilitas Pemerintahan Ditentukan Kompromi Politik, Bukan Ambang...
Towa News | 04 Maret 2026, 12.37 WIB
Produksi Beras Januari 2026 Tumbuh 38,56 Persen, Capai...
Towa News | 03 Maret 2026, 11.22 WIB
Kejagung Sita Puluhan Aset Tanah dan Pabrik Sawit...
Towa News | 03 Maret 2026, 10.59 WIB
WNI di Timur Tengah Diminta Waspada, Kemlu RI...
Towa News | 01 Maret 2026, 21.17 WIB