Dipublish oleh Tim Towa | 28 Januari 2026, 13:53 WIB
Towa News, Phnom Penh, Kamboja - Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang melapor langsung ke KBRI Phnom Penh mencapai 2.493 orang per 26 Januari 2026 pukul 23.00 waktu setempat. Lonjakan angka ini terjadi sejalan dengan operasi pemberantasan sindikat penipuan daring yang dilakukan Pemerintah Kamboja.
KBRI Phnom Penh tengah menangani kasus ini secara intensif melalui pendataan, assessment, dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi mereka yang tidak memiliki dokumen perjalanan. Periode pelaporan dimulai sejak 16 Januari 2026.
Sejumlah WNI yang memiliki dokumen lengkap dan tidak terkendala denda imigrasi dilaporkan telah pulang ke Indonesia secara mandiri. Sementara itu, 46 WNI lainnya yang telah difasilitasi pembuatan dokumen sementara dan permohonan keringanan denda dijadwalkan kembali ke tanah air pada 30 Januari 2026 setelah membeli tiket sendiri.
Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menggelar pertemuan dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja sekaligus Kepala Kepolisian Phnom Penh, Letnan Jenderal Chuon Narin, pada Senin (26/1) di Kamboja. Dubes menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah setempat, termasuk penyediaan tempat penampungan sementara dan peningkatan pengamanan di area KBRI serta lokasi penampungan.
Letjen Chuon Narin menyatakan harapannya agar seluruh WNI yang baru keluar dari jaringan sindikat dapat segera dipulangkan. Pihaknya akan terus memantau keamanan para WNI dan mengantisipasi risiko penyakit menular akibat penumpukan orang di lokasi penampungan melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Kepolisian Phnom Penh juga berencana mengambil langkah khusus agar kedatangan warga negara asing ke ibu kota Kamboja setelah keluar dari pusat-pusat penipuan daring di berbagai wilayah tidak mengganggu ketertiban umum.
Usai pertemuan, Dubes RI menemui 19 WNI yang sedang ditampung Kepolisian Phnom Penh. Sebagian dari mereka yang memiliki paspor telah membeli tiket pulang ke Indonesia, sementara sisanya akan difasilitasi pembuatan dokumen perjalanan sementara.
KBRI mengimbau WNI di Kamboja untuk bersabar mengikuti proses yang berjalan. Mereka yang telah memiliki paspor atau SPLP diminta segera mempersiapkan kepulangan secara mandiri.
Keluarga WNI di tanah air diimbau mengikuti perkembangan informasi dari saluran media terpercaya serta rilis resmi KBRI Phnom Penh. KBRI juga memperingatkan agar keluarga WNI berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan KBRI dalam proses kepulangan.
Sumber: Potral Kemenlu
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Pelaku Pariwisata Gowa Ikuti Bimtek K3, untuk Meningkatkan...
Towa News | 03 April 2026, 16.29 WIB
Kemensos dan BPS Percepat Pembaruan Data Bansos, Penyaluran...
Towa News | 02 April 2026, 15.53 WIB
Puan Maharani Desak Evaluasi Berkala Kebijakan WFH ASN...
Towa News | 02 April 2026, 15.42 WIB
Prabowo dan Presiden Korsel Pose Finger Heart Bareng...
Towa News | 02 April 2026, 10.47 WIB
Anggota DPR RI Bambang Haryo Desak Kemenhub Tambah...
Towa News | 02 April 2026, 10.30 WIB