Towa News, Washington DC – Kekayaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melonjak signifikan setelah bisnis kripto keluarganya mencatatkan keuntungan besar sepanjang setahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Kantor Etika Pemerintah AS, total harta kekayaan Trump kini tercatat mencapai US$ 6,5 miliar atau setara Rp116,7 triliun.
Lonjakan tersebut didorong oleh tambahan pendapatan sebesar lebih dari US$ 1,4 miliar (sekitar Rp25 triliun) yang diperoleh dalam kurun waktu satu tahun. Seperti dilansir Reuters dan Forbes, Rabu (1/7/2026), sebagian besar pemasukan itu berasal dari World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didirikan Trump bersama putra-putranya.
Dokumen resmi yang dipublikasikan Kantor Etika Pemerintah AS pada Selasa (30/6) waktu setempat menyebutkan, perusahaan-perusahaan milik Trump menerima hampir US$ 800 juta dari World Liberty Financial. Rinciannya, lebih dari US$ 250 juta berasal dari penjualan token kripto, dan jumlah serupa didapat dari penjualan saham perusahaan tersebut.
Selain itu, Trump juga melaporkan pemasukan sebesar US$ 635 juta yang bersumber dari penjualan koin meme miliknya. Angka ini menegaskan bahwa sektor aset digital kini menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi kekayaan pribadi Trump.
Jika dibandingkan dengan laporan tahun sebelumnya, pendapatan Trump dari penjualan token World Liberty hanya sebesar US$ 57,35. Artinya, dalam setahun terjadi kenaikan hingga sembilan kali lipat pada pos pendapatan tersebut.
Reuters dalam laporan terbarunya memperkirakan, sejak Trump kembali menempati Gedung Putih pada 2025, keluarganya telah mengumpulkan setidaknya US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp41,3 triliun dari berbagai proyek yang berkaitan dengan kripto.
Melonjaknya pendapatan ini tidak lepas dari sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintahan Trump sejak menjabat kembali, termasuk penerapan regulasi federal untuk stablecoin serta pengurangan pengawasan terhadap industri kripto oleh Departemen Kehakiman AS dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).
Di luar sektor kripto, Trump juga mencatatkan pendapatan lebih dari US$ 80 juta dari penyelesaian sejumlah gugatan hukum dengan perusahaan media, serta US$ 52 juta dari lisensi penggunaan namanya oleh pengembang properti asing, yang sebagian besar berasal dari kerja sama dengan mitra di Timur Tengah.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Gedung Putih membantah adanya konflik kepentingan dalam bisnis keluarga Trump. “Baik Presiden maupun keluarganya tidak pernah -- dan tidak akan pernah -- terlibat dalam konflik kepentingan. Presiden Trump dengan bangga menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia melalui langkah-langkah eksekutifnya,” kata Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/7/2026).
Kelly menambahkan bahwa seluruh kebijakan yang diambil pemerintahan Trump dilakukan demi kepentingan rakyat Amerika Serikat. “Semua tindakan yang diambil oleh Presiden Trump dan pemerintahannya dilakukan demi kepentingan terbaik rakyat Amerika -- dan pihak mana pun yang mengaku sebagai ‘wartawan’ namun menyebarkan narasi sebaliknya, hanyalah mendaur ulang narasi palsu yang usang, yang terus digaungkan oleh Partai Demokrat dan media arus utama selama satu dekade terakhir,” ujarnya.
Meski Gedung Putih menyatakan pengelolaan bisnis Trump kini dijalankan oleh anak-anaknya, Trump tetap tercatat sebagai pihak yang menerima manfaat dari aset-aset yang ditempatkan dalam dana perwalian (trust), yang pada akhirnya menjadi sumber pendapatan tersebut.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!