Dipublish oleh Tim Towa | 07 Januari 2026, 10:41 WIB
Towa News, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Thailand dan Kamboja menyusul memanasnya kembali konflik perbatasan antara kedua negara. Hingga kini, tidak ada laporan WNI yang terdampak serangan.
"Informasi yang kami terima sejauh ini tidak ada WNI terdampak," kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, kepada wartawan seperti dikutip dari DetikNews, Rabu (7/1/2026).
Ketegangan kembali mencuat setelah militer Thailand menuduh pasukan Kamboja melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah berjalan 10 hari. Serangan mortir dilaporkan terjadi di wilayah perbatasan Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand, pada Selasa pagi, yang mengakibatkan satu anggota tentara Thailand mengalami luka akibat serpihan peluru.
Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menegaskan pihaknya bersama KBRI Bangkok terus memantau perkembangan situasi di area perbatasan.
"Kemlu dan KBRI Bangkok senantiasa memonitor situasi konflik di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang terdampak serangan Kamboja di perbatasan," ujar Heni seperti dilansir DetikNews.
Heni menjelaskan bahwa wilayah perbatasan yang menjadi lokasi bentrokan bukanlah kawasan dengan populasi WNI yang signifikan. Mayoritas WNI di Thailand berdomisili di kota-kota besar seperti Bangkok, Chonburi, Khon Kaen, dan Chiang Mai.
Meski demikian, KBRI Bangkok tetap mengimbau WNI yang tinggal di Thailand, khususnya di sekitar wilayah perbatasan, untuk segera melakukan lapor diri melalui Perwakilan RI terdekat atau portal Peduli WNI.
Konflik perbatasan yang telah berlangsung puluhan tahun antara Kamboja dan Thailand ini sempat memicu bentrokan militer di bulan Desember 2025. Pertempuran tersebut menewaskan puluhan orang dan memicu pengungsian sekitar satu juta warga dari kedua negara.
Kesepakatan gencatan senjata sempat ditandatangani pada 27 Desember 2025, mengakhiri tiga minggu bentrokan bersenjata. Namun, kejadian penembakan mortir pada Selasa lalu kembali memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka.
Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, menolak memberikan komentar terkait dugaan serangan yang terjadi pada Selasa (6/1) tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB