Dipublish oleh Tim Towa | 27 November 2025, 15:06 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyebut sektor kelapa sawit nasional menjadi model transformasi menuju pembangunan berkelanjutan.
Rachmat menyampaikan hal tersebut dalam 21st Indonesian Palm Oil Conference and 2026 Price Outlook (IPOC) 2025 yang digelar di Bali, Kamis (13/11/2025).
"Selaras dengan Visi Indonesia Emas 2045 dan target Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat, industri sawit tidak hanya berperan strategis sebagai sumber ekonomi, tetapi juga menjadi contoh transformasi berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja hijau, mengurangi kemiskinan, dan mendukung transisi energi bersih," kata Rachmat seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (27/11).
Menurut Rachmat, pemerintah berkomitmen dalam mengelola sumber daya alam berdasarkan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Pengelolaan tersebut menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan agar tidak mengorbankan alam maupun generasi mendatang.
Kepala Bappenas itu juga mengaitkan filosofi lokal Bali, Tri Hita Karana, yang menekankan keselarasan antara Tuhan, manusia, dan alam. Ia menilai pengembangan industri sawit global harus diimbangi dengan nilai-nilai etis, inklusif, dan manusiawi.
Potensi Besar Produsen CPO
Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar dunia dengan pangsa pasar mencapai 59 persen dari kebutuhan global atau sekitar 47,5 juta ton. Minyak sawit dinilai sebagai pilar strategis ekonomi nasional yang mendorong ekspor, menggerakkan industri, dan memberdayakan jutaan petani kecil.
"Kita harus membantu petani kecil untuk modernisasi, mendapatkan akses pembiayaan, mengadopsi teknologi yang lebih baik, dan meningkatkan produktivitas agar mereka dapat bersaing dan berkembang dalam rantai nilai global," ujar Rachmat seperti dilansir ANTARA.
Pemerintah tengah menjalankan berbagai program untuk mengembangkan industri sawit. Di antaranya melalui reformasi regulasi, program peremajaan perkebunan, penguatan sistem digital, serta peningkatan standar sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Fokus Industri Hilir
Bappenas juga mendorong pengembangan industri hilir kelapa sawit, mulai dari biofuel, sustainable aviation fuel (SAF), hingga produk oleokimia dan bahan ramah lingkungan bernilai tinggi. Langkah ini ditujukan untuk menciptakan nilai ekonomi lebih besar, lapangan kerja hijau, serta pertumbuhan yang tangguh dan berkelanjutan.
Rachmat menegaskan bahwa pengelolaan sawit yang bertanggung jawab dapat menjadikan komoditas ini sebagai solusi bagi ketahanan pangan global.
"Mari bekerja bersama demi manfaat bersama, dengan semangat no one left behind. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, petani kecil, konsumen, dan seluruh pemangku kepentingan agribisnis sawit, kita dapat menjadikan sawit sebagai kekuatan peradaban untuk kebaikan dunia," kata Menteri PPN seperti dikutip ANTARA.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB