Dipublish oleh Admin | 24 Februari 2025, 16:25 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa kepala daerah yang tidak mengikuti retret di Magelang akan dianggap tidak lulus. Hal ini disampaikan pada Ahad malam, 23 Februari 2025, sebagai respons terhadap sejumlah kepala daerah yang menunda keikutsertaan mereka. "Kami akan bedakan sertifikatnya, yang 90 persen sertifikatnya lulus. Yang datang tengah-tengah kami beri sertifikat telah mengikuti. Telah mengikuti saja tidak ada kata lulus, mengapresiasi saja," ujar Tito.
Instruksi untuk menunda keikutsertaan dalam retret ini sebelumnya dikeluarkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melalui surat nomor 7294/IN/DPP/II/2025 tertanggal 20 Februari 2025. Instruksi tersebut meminta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk menunda perjalanan mereka ke Magelang pada 21-28 Februari 2025. "Diinstruksikan kepada seluruh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025," demikian bunyi surat tersebut.
Akibat instruksi ini, sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan menunda keberangkatan mereka. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, misalnya, menyatakan menunda keberangkatannya untuk mengikuti retret kepala daerah di Magelang. "Sementara saya menunda keberangkatan ke Magelang sampai ada arahan lanjut dari Ibu Megawati," ujarnya.
Meskipun demikian, pemerintah tetap membuka pintu bagi kepala daerah yang ingin bergabung di tengah pelaksanaan retret. Namun, Tito menegaskan bahwa sertifikat yang diberikan akan berbeda antara mereka yang mengikuti penuh dan yang bergabung di tengah jalan. "Yang 90 persen sertifikatnya lulus. Yang datang tengah-tengah kami beri sertifikat telah mengikuti," jelasnya.
Retret kepala daerah ini berlangsung di Akademi Militer Magelang dan dijadwalkan pada 21-28 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para kepala daerah terpilih periode 2025-2030.
Hingga saat ini, sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan masih mempertimbangkan keikutsertaan mereka dalam retret tersebut, menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan partai.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Iran Ancam Serang Kota-kota di Eropa jika Negara-negara...
Towa News | 05 Maret 2026, 10.42 WIB
Yusril: Stabilitas Pemerintahan Ditentukan Kompromi Politik, Bukan Ambang...
Towa News | 04 Maret 2026, 12.37 WIB
Produksi Beras Januari 2026 Tumbuh 38,56 Persen, Capai...
Towa News | 03 Maret 2026, 11.22 WIB
Kejagung Sita Puluhan Aset Tanah dan Pabrik Sawit...
Towa News | 03 Maret 2026, 10.59 WIB
WNI di Timur Tengah Diminta Waspada, Kemlu RI...
Towa News | 01 Maret 2026, 21.17 WIB