Kereta Api RI-Malaysia-Brunei Segera Hubungkan IKN

Dipublish oleh Tim Towa | 15 Desember 2025, 10:10 WIB

Bagikan:
X
Kereta Api RI-Malaysia-Brunei Segera Hubungkan IKN
Ilustrasi Kereta api Penghubung 3 negara ( generate Gemini )

Towa News, Nusantara - Pemerintah Sarawak, Malaysia, mengajukan rencana pembangunan jalur kereta api yang akan menghubungkan tiga negara di Pulau Kalimantan, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Usulan tersebut disampaikan saat kunjungan resmi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu pekan lalu.

Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, menyatakan pihaknya tengah melakukan kajian untuk mewujudkan proyek transportasi massal tersebut. Selain jalur kereta api, Sarawak juga berencana membuka konektivitas udara langsung ke IKN melalui maskapai baru yang akan diluncurkan.

"Kita dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara, ini adalah masa depan," kata Lee Kim Shin seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (12/12/2025).

Pejabat asal Malaysia itu menambahkan, Sarawak merasa bangga dengan kehadiran IKN sebagai ibu kota baru Indonesia yang nantinya akan menjadi pusat perhatian dunia. "Sesama di Borneo, kami bangga nantinya seluruh dunia akan datang ke Nusantara. Selain transportasi udara, kami juga sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam," ujarnya dalam laporan CNBC Indonesia.

Kunjungan Menteri Pengangkutan Sarawak ke Kantor Otorita IKN tersebut membuka peluang kerja sama di berbagai bidang. Pertemuan tidak hanya membahas sektor transportasi, tetapi juga meliputi pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.

Di bidang kesehatan, Sarawak menjajaki kemungkinan kolaborasi dengan fasilitas medis di IKN, termasuk kerja sama riset yang dapat memperkuat pelayanan kesehatan di kedua wilayah. Sementara itu, aspek kebudayaan juga menjadi perhatian mengingat Sarawak dan Kalimantan memiliki akar budaya yang sama, khususnya masyarakat Dayak.

Rencana lain yang turut dibahas adalah peluncuran maskapai Air Borneo. Maskapai baru tersebut diharapkan dapat membuka rute penerbangan langsung ke sejumlah kota di Kalimantan, termasuk IKN, sehingga mempermudah mobilitas antara Sarawak dan wilayah ibu kota baru Indonesia.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyambut positif berbagai usulan dari Sarawak. Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi seperti jalur kereta api lintas negara dapat menggerakkan perekonomian kawasan Asia Tenggara.

"Sebentar lagi Bandara Nusantara akan beroperasi sebagai bandara komersial. Ini akan mempermudah mobilitas dari dan ke IKN. Tidak hanya udara, jika jalur kereta api lintas tiga negara terwujud, ini akan menggerakkan ekonomi Asia Tenggara dan memperlihatkan pada dunia kuatnya dinamika ekonomi kawasan," kata Bimo seperti dikutip dari Kompas.com.

Proyek jalur kereta api lintas tiga negara di Pulau Kalimantan sebenarnya bukan wacana baru. Sejak tahun 2010-an, telah ada pembahasan mengenai jaringan kereta api yang menghubungkan Sabah, Sarawak, Brunei, dan Kalimantan. Pemerintah Malaysia dilaporkan tengah menyelesaikan studi kelayakan yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026.

Jika terealisasi, jalur kereta api tersebut diperkirakan akan memangkas waktu perjalanan antarwilayah secara signifikan, membuka peluang perdagangan, pariwisata, dan mobilitas tenaga kerja yang lebih efisien di kawasan Borneo.

Kehadiran IKN sebagai ibu kota baru Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Timur dinilai strategis untuk menjadi pusat konektivitas regional. Dengan berbagai rencana infrastruktur transportasi yang tengah dikembangkan, IKN diharapkan dapat menjadi gerbang utama bagi kawasan Borneo dalam mengintegrasikan ekonomi di Asia Tenggara.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video