KFC dan Pizza Hut Merger Rp14,7 Triliun, Terus Merugi

Dipublish oleh Tim Towa | 02 Januari 2026, 09:55 WIB

Bagikan:
X
KFC dan Pizza Hut Merger Rp14,7 Triliun, Terus Merugi
(dok.Onedio.com)

Towa News, Jakarta- Dua operator waralaba KFC dan Pizza Hut di India, Sapphire Foods India dan Devyani International, mengumumkan rencana merger dengan nilai kesepakatan US$934 juta atau setara Rp14,7 triliun.

Penggabungan usaha ini dilakukan di tengah tekanan yang melanda industri makanan cepat saji di India. Tantangan yang dihadapi antara lain kenaikan biaya operasional, penurunan penjualan gerai, hingga penyusutan margin keuntungan. Kondisi tersebut diperparah oleh persaingan ketat dengan operator McDonald's dan Domino's Pizza, saat daya beli konsumen India untuk produk non-esensial melemah.

Berdasarkan skema yang disepakati, Devyani akan menerbitkan 177 saham untuk setiap 100 saham Sapphire. Entitas hasil merger menargetkan sinergi tahunan senilai 2,1-2,25 miliar rupee atau berkisar Rp395-424 miliar, yang diproyeksikan mulai tercapai pada tahun kedua setelah beroperasi penuh.

Kedua perusahaan yang merupakan mitra Yum Brands tersebut saat ini mengoperasikan lebih dari 3.000 gerai di India dan sejumlah negara lain, mencakup merek KFC dan Pizza Hut. Mereka berkompetisi langsung dengan Westlife Foodworld yang mengoperasikan McDonald's India serta Jubilant Foodworks yang mengelola Domino's Pizza.

Para analis memandang merger ini sebagai langkah krusial untuk memulihkan kinerja keuangan. Saat ini, franchisee KFC maupun Pizza Hut di India masih mencatat kerugian bersih.

"Sehingga skala usaha menjadi tantangan utama," ujar Akshay D'Souza, konsultan independen sektor barang konsumsi, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (2/1/2026).

"Dengan entitas tunggal, jika mereka mampu membuka bahkan setengah dari sinergi yang diharapkan, kita bisa melihat perusahaan yang menguntungkan, dengan kemampuan pengendalian biaya yang jauh lebih baik," tambahnya.

Data keuangan memperlihatkan besarnya tekanan yang dialami. Pada kuartal yang berakhir September, total biaya konsolidasi Sapphire meningkat 10% secara tahunan menjadi 7,68 miliar rupee. Sementara itu, pengeluaran Devyani membengkak 14,4% menjadi 14,08 miliar rupee.

Dari sisi profitabilitas, Devyani mencatat rugi bersih 219 juta rupee pada kuartal yang berakhir 30 September, berbalik arah dari laba 170 ribu rupee di periode sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, Sapphire membukukan rugi bersih konsolidasi 127,7 juta rupee, melebar dibanding kerugian 30,4 juta rupee pada periode yang sama tahun lalu.

Merger ini diharapkan menjadi solusi bagi kedua operator untuk meningkatkan daya saing dan mencapai profitabilitas di pasar makanan cepat saji terbesar dunia berdasarkan jumlah penduduk.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video