KKP Perketat Pengawasan Mutu Ikan Jelang Ramadan 2026

Dipublish oleh Tim Towa | 13 Februari 2026, 15:08 WIB

Bagikan:
X
KKP Perketat Pengawasan Mutu Ikan Jelang Ramadan 2026
(dok.towa)

Towa News, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperketat pengawasan mutu produk perikanan yang beredar di masyarakat menjelang bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir untuk memastikan ikan yang dikonsumsi masyarakat aman dan berkualitas.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan, sebanyak 46 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia telah melaksanakan penguatan pengawasan sejak pertengahan Januari lalu.

"Jajaran UPT di setiap provinsi melaksanakan penguatan pengawasan jelang Ramadan dari hulu sampai hilir, melalui kegiatan surveilan, inspeksi maupun pengujian laboratorium berbagai parameter keamanan pangan," ujar Ishartini di Jakarta, Jumat (13/2).

Pengawasan di tingkat hulu atau produksi primer meliputi surveilan dan inspeksi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di tambak-tambak ikan dan kapal-kapal perikanan yang menyuplai rantai pasok domestik maupun ekspor. Sementara di hilir, pengawasan mutu menyasar Unit Pengolahan Ikan (UPI) melalui surveilan dan inspeksi HACCP serta GMP/SSOP.

Beberapa UPT yang telah melakukan kegiatan pengawasan sejak 15 Januari antara lain Stasiun PPMHKP Bengkulu, Balai PPMHKP Medan II, Stasiun PPMHKP Pontianak, Stasiun PPMHKP Kendari, dan Balai PPMHKP Medan I.

Kepala Balai PPMHKP Medan I Nandang Koswara melaporkan, pihaknya telah melakukan pengawasan budidaya tambak ikan serta monitoring kondisi perairan Danau Toba dengan hasil yang baik dan layak konsumsi.

Hasil serupa juga dilaporkan Plt. Kepala Stasiun PPMHKP Kendari Kasrida yang melaksanakan pengawasan mutu ikan di atas kapal di Pelabuhan Kendari. Ikan-ikan berkualitas tersebut siap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sulawesi Tenggara selama bulan suci Ramadan.

Ishartini menambahkan, selain inspeksi dan surveilan penerapan standar mutu dan keamanan pangan, uji laboratorium juga dilakukan untuk mencegah food borne pathogen. Pengujian meliputi uji E. Coli, salmonella, listeria, histamin, formalin, logam berat, dan toksin.

"Semuanya untuk pastikan masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan komitmen KKP sebagai quality assurance body. Penerapan sanitasi, higiene, serta prinsip keamanan pangan pada rantai produksi menjadi prioritas untuk menghadirkan produk perikanan yang bermutu, bergizi, dan aman untuk konsumsi domestik maupun ekspor.


(Sumber: Siaran Pers KKP Nomor SP.51/SJ.5/II/2026)

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video