KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

Dipublish oleh Tim Towa | 03 Juli 2025, 10.24 WIB

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali
KMP Tunu Pratama Jaya saat sandar di pelabuhan Gilimanuk ( dok. asdp )

 

Towa News, Bali -Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dengan rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dilaporkan tenggelam pada Kamis (3/7) dini hari. Insiden ini diduga terjadi akibat kebocoran pada ruang mesin kapal. Hingga berita ini diturunkan, 18 penumpang telah ditemukan, dengan 2 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan kronologi kejadian. "Pada pukul 00.16 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal," ungkap Ariasandy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Tak lama berselang, pada pukul 00.19 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami blackout dan sekitar pukul 00.22 WITA, kapal dilaporkan terbalik serta hanyut ke arah selatan Selat Bali.

Sebelumnya, empat orang penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci. Dengan penemuan 18 orang tambahan, total penumpang yang telah dievakuasi berjumlah 22 orang. "Terupdate sekitar 30 menit yang lalu ditemukan di daerah pelabuhan pesisir Bali bagian selatan, kurang lebih 18 orang, 16 selamat, dua meninggal dunia," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Rama Samtama Putra, Kamis (3/7), sebagaimana dilaporkan oleh CNN Indonesia.

Rama menambahkan bahwa proses identifikasi korban yang ditemukan masih terus berlangsung. "Ini masih proses identifikasi, untuk datanya menunggu. Ini masih baru update jumlah ditemukan, untuk identifikasi apakah menggunakan pelampung atau sekoci ini akan diupdate kembali," jelasnya.

Data manifes kapal menunjukkan KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 orang penumpang dan 12 orang kru kapal. Selain itu, kapal juga memuat 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton. Kapal yang berangkat pada Rabu (2/7) pukul 22.56 WIB ini diperkirakan tenggelam sekitar pukul 23.20 WIB, sekitar 25 menit setelah lepas jangkar.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh petugas jaga syahbandar yang kemudian melaporkannya kepada Basarnas dan instansi terkait lainnya. Hingga saat ini, pihak ASDP Gilimanuk, Kapolres Banyuwangi, Basarnas, dan Pos TNI AL terus melaksanakan pencarian gabungan dengan mengerahkan dua kapal, masing-masing dari Basarnas dan Polair.

"Sementara informasi didapat life jacket ditemukan di Pantai Boom Banyuwangi. Dimungkinkan arus mengarah kembali ke Ketapang. Sampai saat ini pencarian masih berlangsung," ujar Ariasandy.

Petugas masih terus berupaya mencari korban lain yang mungkin masih hilang. Informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian akan diinformasikan kembali.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video