LPDP Minta Keluarga Kaya Daftar Beasiswa Parsial, Plt Dirut Minta Maaf atas Polemik dan Ingatkan: "Lu Pakai Duit Pajak"

Dipublish oleh Tim Towa | 26 Februari 2026, 12:22 WIB

Bagikan:
X
LPDP Minta Keluarga Kaya Daftar Beasiswa Parsial, Plt Dirut Minta Maaf atas Polemik dan Ingatkan: "Lu Pakai Duit Pajak"
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, meminta keluarga mampu secara ekonomi untuk tidak mengambil beasiswa secara penuh. Imbauan itu disampaikan agar alokasi dana beasiswa dapat lebih banyak menjangkau pelajar berprestasi dari keluarga prasejahtera.

Sudarto menegaskan bahwa siapa pun berhak mendaftar beasiswa LPDP tanpa diskriminasi latar belakang. Namun, ia menekankan adanya tanggung jawab moral bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih.

"Untuk yang (keluarga) kaya kami kasih kesempatan parsial. Ini high call untuk bapak ibu keluarga kaya mohon daftarnya yang parsial. Kami beri kesempatan," ujar Sudarto dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari detikFinance, Kamis (26/2/2026).

Meski demikian, Sudarto mengakui bahwa imbauan tersebut saat ini masih bersifat moral dan belum mengikat secara regulasi.

"Tapi kalau nggak parsial ya nggak masalah, sekarang hanya imbauan moral. Mudah-mudahan Anda daftarnya parsial, sehingga akan lebih banyak beasiswa yang bisa kami tawarkan kepada anak-anak Indonesia yang lain," tambahnya, seperti dilaporkan detikFinance.

Data Penerima dan Target Afirmasi 30%

Berdasarkan data yang dipaparkan LPDP, dari total 58 ribu penerima beasiswa, sebanyak 5.751 orang berasal dari 127 kabupaten masuk kategori Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Sementara itu, penerima dari keluarga prasejahtera tercatat 7.896 orang, dan penerima dari Papua sebanyak 821 orang.

LPDP menargetkan porsi jalur afirmasi mencapai 30% dari total penerima beasiswa. Saat ini, angka tersebut baru menyentuh 25%.

"Di tiga tahun terakhir kami buat kebijakan di internal LPDP minimal 30% adalah untuk afirmasi. Karena apa? No one left behind — ini harus inklusif untuk seluruh anak Indonesia," kata Sudarto seperti dikutip dari detikFinance, Kamis (26/2/2026).

Minta Maaf atas Polemik dan Tegaskan Jargon Baru LPDP

Di tengah polemik yang belakangan ramai menjadi perbincangan publik, Sudarto turut menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang terjadi dan mengingatkan seluruh penerima serta alumni beasiswa akan tanggung jawab mereka kepada masyarakat.

"Atas nama LPDP dan seluruh alumni yang kami wakili, kami mengucapkan permohonan maaf atas polemik yang seharusnya tidak perlu terjadi," ujar Sudarto dalam Media Briefing di Jakarta, seperti dilaporkan JawaPos.com, Rabu (25/2/2026).

Sudarto meyakini bahwa mayoritas alumni LPDP telah berkontribusi nyata di berbagai bidang, mulai dari guru di daerah terpencil, dosen, aparatur sipil negara, pengusaha, hingga profesional yang membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh penerima beasiswa untuk senantiasa menjaga etika, moral, dan nilai kebangsaan dalam setiap pernyataan di ruang publik. Ia juga memperkenalkan jargon baru yang ia harap selalu diingat oleh para penerima beasiswa.

"Saya ada jargon sekarang LPDP — Lu Pakai Duit Pajak. Harus ingat itu," tegasnya seperti dikutip dari JawaPos.com.

Pesan tersebut, menurut Sudarto, bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak mana pun, melainkan untuk memperkuat kesadaran bahwa dana beasiswa LPDP bersumber dari uang rakyat dan kepercayaan publik adalah fondasi utama keberlanjutan program ini.

"LPDP ini terbentuk dan terus berjalan karena kepercayaan masyarakat. Mari kita buktikan bahwa dana abadi pendidikan ini adalah investasi jangka panjang Indonesia menuju Indonesia Emas yang benar-benar berdampak," pungkasnya dalam laporan JawaPos.com.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video