Mendagri Dorong Daerah Optimalkan Program Prorakyat untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Dipublish oleh Tim Towa | 21 Januari 2026, 10:43 WIB

Bagikan:
X
Mendagri Dorong Daerah Optimalkan Program Prorakyat untuk Tingkatkan Kualitas SDM
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (dok.humas Kemendagri)

Towa News, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menunjang kemajuan Indonesia.

Tito menegaskan pentingnya human capital sebagai kunci pembangunan, dengan mengambil contoh Singapura yang mampu menjadi negara maju meski minim sumber daya alam, namun unggul dalam pengelolaan SDM.

Menurut Mendagri, Presiden Prabowo Subianto telah lama mengamati paradoks negara kaya sumber daya alam namun masih dilanda kemiskinan. Karenanya, pemerintahan saat ini menerapkan pendekatan berbeda dalam kebijakan ekonomi.

"Pahami betul bahwa beliau (Prabowo) membalik dari konsep demokrasi ekonomi kapitalisme liberal yang menyerahkan kepada mekanisme pasar, intervensi pemerintah minimal, dan kemudian membuat terjadi perbedaan kaya dan miskin, dibalik menjadi ekonomi sosialis kerakyatan," kata Tito seperti dilansir detikNews, Rabu (21/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat penutupan Rapat Kerja Nasional XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/1).

Tito menyebutkan sejumlah program unggulan pemerintah yang dapat dimanfaatkan daerah, antara lain Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, dan program prorakyat lainnya untuk memajukan daerah.

Mendagri optimistis Indonesia akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi global, didukung proyeksi lembaga internasional seperti World Bank, IMF, dan McKinsey.

Namun demikian, Tito mengingatkan daerah tidak boleh hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Transfer ke Daerah (TKD).

"Jangan pernah bermimpi untuk melompat (jika daerah hanya) mengandalkan APBD, apalagi melompat mengandalkan TKD, no way. Melompat itu akan kelihatan kalau swastanya hidup di daerah itu," ungkap Tito dalam laporannya di detikNews.

Ia menguraikan beberapa strategi penguatan ekonomi daerah, yakni efisiensi belanja melalui percepatan realisasi APBD, inovasi Pendapatan Asli Daerah yang tidak membebani masyarakat, pemanfaatan program strategis nasional, serta pemberdayaan sektor swasta lewat kemudahan perizinan.

Rakernas APKASI kali ini mengusung tema "Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera" sebagai upaya sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah.

Sumber: Detik.com

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video