Dipublish oleh Tim Towa | 20 Februari 2026, 13:37 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan di kementeriannya. Sebaliknya, anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan.
Pernyataan itu disampaikan Mu'ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026), yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
"Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya," ujar Mu'ti seperti dikutip dari keterangan resmi Kemendikdasmen, Jumat (20/2/2026).
Mu'ti bahkan menyebut anggaran kementeriannya bertambah seiring hadirnya program unggulan pemerintah tersebut. Untuk mengakomodasi kebutuhan mendesak, Kemendikdasmen tengah mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT), yakni alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan.
"Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT," kata Mu'ti dalam keterangan.
Perbandingan Anggaran 2025 dan 2026
Dalam rapat koordinasi tersebut, Mu'ti memaparkan perbandingan sejumlah pos anggaran besar Kemendikdasmen antara dua tahun terakhir. Pada 2025, kementeriannya memperoleh alokasi Rp16,9 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan yang menyasar 16.176 satuan pendidikan, dengan tingkat penyelesaian pembangunan mencapai 93 persen.
Sementara untuk 2026, anggaran revitalisasi satuan pendidikan yang telah tercantum dalam APBN mencapai lebih dari Rp14 triliun, dialokasikan untuk lebih dari 11.000 satuan pendidikan.
"Alhamdulillah (anggaran pendidikan) naik. Dan ini menunjukkan bahwa sebenarnya perhatian Bapak Presiden terhadap pendidikan itu sangat besar, anggarannya masih signifikan," jawab Mu'ti.
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG
Lebih lanjut, Mu'ti menyampaikan data terkini penerima manfaat MBG. Berdasarkan data per 18 Februari 2026, sebanyak 280.023 satuan pendidikan dengan total 43,17 juta peserta didik telah menerima program tersebut.
"Kalau kita lihat sekarang, satuan pendidikan yang menerima manfaat MBG sudah mencapai ratusan ribu, dan murid penerima manfaatnya lebih dari 43 juta. Ini menunjukkan bahwa MBG memiliki pengaruh yang sangat positif dan nyata," papar Mu'ti.
Ia juga menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diusung Kemendikdasmen.
"Kebijakan MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat. Makan bergizi bukan hanya soal nutrisi, tetapi bagian dari pembentukan karakter," tegasnya.
Selain program MBG, Kemendikdasmen juga melaporkan pembangunan dan rehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 satuan pendidikan serta 6.686 ruang UKS sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Menhub Prediksi 144 Juta Pemudik pada Lebaran 2026,...
Towa News | 20 Februari 2026, 14.23 WIB
Menko PM Lantik Dirut Baru BPJS Kesehatan dan...
Towa News | 20 Februari 2026, 14.03 WIB
Prabowo–Trump Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di Washington...
Towa News | 20 Februari 2026, 13.01 WIB
Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional di...
Towa News | 20 Februari 2026, 04.57 WIB
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi...
Towa News | 19 Februari 2026, 14.06 WIB