Dipublish oleh Tim Towa | 20 Februari 2026, 14:23 WIB
Towa News, Surabaya - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan jumlah pemudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H akan mencapai sekitar 144 juta orang. Angka tersebut didasarkan pada hasil survei nasional yang telah dilakukan pemerintah.
"Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta," ujar Dudy, Jumat (20/2/2026), usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur.
Untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi—darat, laut, udara, dan kereta api—pemerintah akan mengoperasikan posko angkutan Lebaran mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Sejumlah langkah antisipasi kemacetan juga telah disiapkan. Operasional kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas akan dibatasi, kecuali pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan mendasar lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat, meliputi contraflow, sistem satu arah (one way), serta ganjil genap.
Khusus untuk penyeberangan menuju Bali, pemerintah akan menghentikan sementara layanan pelabuhan pada 19 Maret 2026 bertepatan dengan perayaan Nyepi. Delaying system dan buffer zone disiapkan untuk mengatur arus penumpang.
"Kami akan informasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan," kata Dudy.
Pemerintah turut menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) guna mendistribusikan pergerakan pemudik. Kebijakan ini berlaku pada 16–17 Maret untuk arus mudik dan 25–26 Maret untuk arus balik, dan telah mendapat persetujuan dari Presiden serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).
"Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin," kata Dudy.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Menko PM Lantik Dirut Baru BPJS Kesehatan dan...
Towa News | 20 Februari 2026, 14.03 WIB
Mendikdasmen: Anggaran Pendidikan Justru Naik Usai Ada Program...
Towa News | 20 Februari 2026, 13.37 WIB
Prabowo–Trump Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di Washington...
Towa News | 20 Februari 2026, 13.01 WIB
Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional di...
Towa News | 20 Februari 2026, 04.57 WIB
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi...
Towa News | 19 Februari 2026, 14.06 WIB