Dipublish oleh Tim Towa | 09 Oktober 2025, 11:57 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme tinggi terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri dialog dengan pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/10/2025).
Perbaikan Struktural Pasar Modal
Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Purbaya menyebut adanya pembahasan mengenai perbaikan struktural di pasar modal Indonesia. Ia meyakini perbaikan ini akan memberikan dampak berkelanjutan.
"Saya pikir dengan diskusi tadi mereka akan lebih yakin bahwa perbaikannya sifatnya struktural dan akan berkeseimbangan terus ke depan. Saya pikir IHSG akan cenderung naik terus, mungkin 10 tahun lagi seperti yang saya bilang tadi (sentuh level 36.000). Jadi in short IHSG to the moon," ujar Purbaya di Gedung BEI Di kutip dari detikFinance.
Fokus pada Penguatan Ekonomi
Menkeu menegaskan bahwa tugas utama Kementerian Keuangan adalah mendorong perekonomian secara keseluruhan, bukan semata-mata mengangkat pasar modal. Menurutnya, jika fundamental ekonomi kuat, pasar saham akan mengikuti secara natural.
"Tujuan kami bukan untuk mendorong pasar modal, tapi mendorong perekonomian. Saya masih punya uang cukup banyak untuk menambah lagi kalau diperlukan. Tapi otomatis kalau ekonominya bagus, pasar saham naik," jelasnya.
Purbaya menambahkan, pergerakan di pasar saham mencerminkan ekspektasi investor terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Dampak Injeksi Likuiditas
Menyinggung kebijakan likuiditas yang telah disalurkan ke sektor perbankan, Purbaya menilai langkah tersebut akan membantu investor dalam menghitung prospek ekonomi.
"Likuiditas baru kurang dari satu bulan berjalan, tidak mungkin tiba-tiba lari. Tapi mereka bisa menghitung ke depan akan seperti apa ekonominya," tuturnya.
Respons Pasar dan Pandangan AnalisIHSG baru-baru ini mencatatkan rekor tertinggi di level 8.169,28, didorong oleh kinerja saham-saham konglomerasi. Pada perdagangan Kamis pagi (9/10/2025), IHSG dibuka menguat 21,68 poin ke posisi 8.187,70, bertepatan dengan kunjungan Menkeu ke BEI.Namun, pandangan analis terkait proyeksi IHSG masih beragam. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani memproyeksikan IHSG cenderung stabil hingga akhir 2025, dengan pelaku pasar yang masih bersikap "wait and see" terhadap data dan kebijakan ekonomi di lansir dari antara.
Sejumlah riset memproyeksikan pertumbuhan laba (earnings growth) IHSG diperkirakan naik signifikan dari 1,9 persen year-on-year pada 2024 menjadi 8 persen pada 2025, terutama didorong sektor perbankan dan bahan baku.
Tantangan dan Katalis
Meski optimisme Menkeu tinggi, pasar modal Indonesia tetap menghadapi sejumlah tantangan. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebutkan koreksi IHSG disinyalir akibat aksi ambil untung pada beberapa saham konglomerasi.
Pernyataan Purbaya mengenai target IHSG mencapai level 36.000 dalam 10 tahun ke depan mencerminkan optimisme pemerintah terhadap perbaikan fundamental ekonomi Indonesia. Namun, realisasi proyeksi tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan ekonomi, stabilitas global, dan kepercayaan investor.
Ke depan, pasar akan terus memantau implementasi kebijakan fiskal pemerintah, termasuk penyaluran likuiditas ke sektor perbankan yang baru berjalan kurang dari sebulan, sebagai indikator arah pergerakan IHSG.
Sumber: detikFinance, Liputan6.com,ANTARA News
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Realisasi APBN 2025 Tunjukkan Kinerja Solid, Defisit Terkendali...
Towa News | 09 Januari 2026, 08.50 WIB
IHSG Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus Level...
Towa News | 08 Januari 2026, 14.05 WIB
Pemerintah Tetapkan Target Penerimaan Pajak Rp 2.693 Triliun...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.12 WIB
Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk yang...
Towa News | 07 Januari 2026, 14.03 WIB
KFC dan Pizza Hut Merger Rp14,7 Triliun, Terus...
Towa News | 02 Januari 2026, 09.55 WIB