Dipublish oleh Tim Towa | 14 November 2025, 16:48 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar mengajukan gagasan pembentukan Badan Vokasi Nasional (BVN) untuk memperbaiki sistem pendidikan vokasi di Indonesia yang dinilai masih terpisah-pisah dan belum efektif menyalurkan lulusan ke dunia kerja.
Usulan tersebut disampaikan Muhaimin pada Jumat (14/11/2025) sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pendidikan kejuruan, termasuk ketidakcocokan kurikulum dengan kebutuhan industri serta minimnya penyerapan alumni SMK di pasar tenaga kerja.
"Sistem vokasi nasional harus terus dikembangkan. Saya mengusulkan dibuat, didirikan Badan Vokasi Nasional, BVN," kata Muhaimin seperti dikutip dari DetikNews, Jumat (14/11/2025).
Politisi PKB itu menyatakan bahwa observasinya terhadap institusi vokasi yang memiliki sistem maju, seperti Sekolah Analis Kimia Bogor (SMAKBO) binaan Kementerian Perindustrian, membuktikan bahwa lembaga dengan pengelolaan baik mampu mempersiapkan lulusan sesuai permintaan pasar kerja domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, keberadaan BVN akan mengintegrasikan pengelolaan vokasi yang selama ini masih tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Badan ini diharapkan dapat menyelesaikan sejumlah kendala seperti kurikulum yang tidak sejalan dengan industri, program pelatihan yang tumpang tindih antarinstansi, hingga proses penyaluran lulusan.
Muhaimin juga menyoroti lemahnya sistem sertifikasi kompetensi dan kemampuan bahasa asing bertaraf internasional bagi alumni SMK dan lembaga vokasi. Melalui BVN, ia berharap pengelolaan dapat lebih terstruktur sehingga lulusan lebih cepat diserap pasar kerja.
"Pasar kerja di dalam maupun di luar negeri sangat potensial tetapi pendidikan dan vokasi perlu dikonsolidasikan lebih cepat sehingga memberikan kesempatan kepada masyarakat generasi muda untuk cepat meng-update kapasitasnya," ujarnya seperti dilansir DetikNews.
Persoalan penyerapan lulusan vokasi memang menjadi tantangan serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 1,63 juta alumni SMK saat ini masih menganggur dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Kendala utama yang menghambat mereka memasuki pasar kerja internasional adalah terbatasnya keterampilan teknis serta penguasaan bahasa asing yang menjadi persyaratan bekerja di luar negeri.
Gagasan pembentukan BVN ini sejalan dengan fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi nasional.
Sumber : Detik.com
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Swasembada Pangan...
Towa News | 09 Maret 2026, 23.19 WIB
Pemerintah Targetkan 120 Juta Motor BBM Dikonversi ke...
Towa News | 09 Maret 2026, 22.54 WIB
Dari Video Viral ke Peresmian Jembatan: Yamisa Zebua...
Towa News | 09 Maret 2026, 22.27 WIB
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Serentak, Dibangun TNI dalam...
Towa News | 09 Maret 2026, 22.24 WIB
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman dan Rumah Komisioner Terkait...
Towa News | 09 Maret 2026, 12.18 WIB