Dipublish oleh Tim Towa | 11 Maret 2026, 14:07 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menerima para Duta Besar dari sejumlah negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) dan Yordania dalam sebuah pertemuan diplomatik yang digelar di Jakarta pada Senin (9/3). Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang terus mengalami eskalasi.
Hadir dalam pertemuan itu Duta Besar Bahrain, Arab Saudi, Oman, dan Yordania, serta perwakilan dari Kedutaan Besar Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar. Pertemuan ini diprakarsai oleh Duta Besar Bahrain selaku representasi negara yang tengah mengemban Presidensi GCC.
Dalam forum tersebut, para Duta Besar dan perwakilan negara-negara GCC memaparkan kondisi keamanan terkini di masing-masing negara sekaligus menyampaikan pandangan kolektif GCC terhadap dinamika kawasan. Mereka juga mengapresiasi langkah aktif Presiden dan Menteri Luar Negeri RI yang sebelumnya telah menjalin komunikasi telepon dengan sejumlah pemimpin dan menteri luar negeri negara-negara GCC serta Yordania, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Menlu RI menegaskan keprihatinan mendalam Indonesia atas meningkatnya tensi di Timur Tengah yang dinilai berpotensi menciptakan ketidakpastian keamanan di tingkat regional maupun global. "Indonesia mendorong seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi sebagai satu-satunya jalan yang berkelanjutan untuk mencapai de-eskalasi dan stabilitas jangka panjang," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (11/3).
Indonesia juga menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi secara konstruktif dalam upaya perdamaian, termasuk berperan sebagai honest broker guna memfasilitasi dialog antarpihak yang berkonflik apabila hal tersebut disepakati bersama. Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, kepatuhan pada hukum internasional, serta perlindungan bagi warga sipil.
Menlu RI turut menyoroti keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan tersebut. Saat ini, terdapat sekitar 495 ribu WNI yang bermukim di negara-negara GCC dan Yordania. Indonesia berharap negara-negara setempat dapat memberikan dukungan penuh dalam memastikan keselamatan dan perlindungan mereka di tengah situasi yang masih bergejolak.
Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Ratifikasi ILO 188, Menteri P2MI: Perlindungan Nyata...
Towa News | 01 Mei 2026, 17.07 WIB
Prabowo Tetapkan Potongan Aplikator Ojol di Bawah 10...
Towa News | 01 Mei 2026, 17.02 WIB
Prabowo Teken Keppres Satgas Mitigasi PHK di Hari...
Towa News | 01 Mei 2026, 16.58 WIB
Ribuan Buruh Padati Monas di Hari Buruh 2026,...
Towa News | 01 Mei 2026, 16.54 WIB
Prabowo Kumpulkan 1.500 Dansat TNI di Unhan Bogor,...
Towa News | 30 April 2026, 22.03 WIB