Dipublish oleh Tim Towa | 11 Februari 2026, 11:41 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pelaksanaan program Kementerian Sosial (Kemensos) di tahun 2026. Langkah ini ditempuh agar dampak program dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Penegasan itu disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Sinkronisasi Pelaksanaan Program Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Tahun Anggaran 2027 di Hotel Fairfield Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (10/2/2026). Acara tersebut sekaligus menandai penandatanganan Perjanjian Kerja dan Pakta Integritas Tahun 2026.
"Mulailah bekerja dengan data yang akurat, yang bisa dipertanggungjawabkan. Semua intervensi program harus berbasis data," ujar Gus Ipul seperti dikutip dari situs resmi Kemensos, Selasa (10/2).
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menyebut tahun 2025 menjadi periode penyesuaian bagi jajarannya. Masa tersebut digunakan untuk mengenali pola kerja serta menyelaraskan program Kemensos dengan visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam implementasi program yang didukung data akurat.
Perhatian pada Kelompok Rentan
Gus Ipul menggarisbawahi besarnya perhatian Presiden Prabowo terhadap kelompok masyarakat yang sering terpinggirkan dalam pembangunan, yang ia sebut sebagai the invisible people.
"Presiden memiliki atensi luar biasa kepada the invisible people ini. Mereka ada di sekitar kita, tapi sering luput dari perhatian. Karena itu, tugas kita memastikan mereka tidak terlewat," kata Gus Ipul seperti dikutip dari situs resmi Kemensos.
Menteri yang juga ulama NU ini mengingatkan bahwa tugas Kemensos memiliki landasan konstitusional kuat. Merujuk Pasal 34 UUD 1945, negara wajib memelihara fakir miskin dan anak terlantar, yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, terpadu, dan berkelanjutan.
Program Harus Sampai ke Masyarakat
Gus Ipul juga menekankan agar program sosial tidak hanya rapi secara administratif, tetapi benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Kerja kita harus membumi. Bukan hanya rapi di laporan, tapi dipahami masyarakat dan dirasakan dampaknya," tegasnya seperti dikutip dari situs resmi Kemensos.
Ia menambahkan, program perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial harus terintegrasi antarsatuan kerja dengan mitigasi risiko yang terukur dan tahapan waktu yang jelas.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Kemensos, termasuk Sekretaris Jenderal Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, serta seluruh kepala balai dan sentra Kemensos di Indonesia.
Menutup sambutannya, Gus Ipul mengajak seluruh jajaran menjaga semangat kerja di tahun 2026.
"Mari kita songsong 2026 ini dengan penuh semangat. Mudah-mudahan semakin banyak prestasi yang bisa kita ukir, dan benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Danantara Instruksikan BUMN Pelayaran Beli Kapal Produksi PT...
Towa News | 11 Februari 2026, 13.17 WIB
Indonesia Akan Kirim Hingga 8.000 TNI sebagai Pasukan...
Towa News | 11 Februari 2026, 12.19 WIB
ASN Dapat Fleksibilitas Kerja Jelang Nyepi dan Usai...
Towa News | 11 Februari 2026, 12.04 WIB
Prabowo Gelar Pertemuan Empat Jam dengan Lima Konglomerat...
Towa News | 11 Februari 2026, 11.29 WIB
Rapim TNI-Polri: Prabowo Tekankan Sinergitas hingga Pengamanan SDA...
Towa News | 10 Februari 2026, 10.17 WIB