Dipublish oleh Tim Towa | 28 Januari 2026, 15:33 WIB
Towa News, Bandung Barat - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengupayakan solusi jangka panjang untuk mencegah bencana longsor berulang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Solusinya berupa penataan pola tanam dan pengelolaan lahan di wilayah dengan kemiringan tinggi.
Dalam kunjungan ke lokasi bencana, Rabu (28/1/2026), Mentan Amran menyatakan wilayah berlereng curam perlu ditata kembali. Tanaman hortikultura akan dialihkan menjadi tanaman tahunan atau perkebunan berakar kuat guna menahan erosi dan menekan risiko longsor.
"Kami minta Pak Bupati, kami bersama Komisi IV, Pak Rajiv, ada kebetulan dapilnya di sini. Kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan tajam. Itu kita ganti menjadi tanaman perkebunan. Contoh kelapa, kemudian kopi, alpukat. Ini sudah ada, anggarannya," tegas Mentan Amran seperti dilansir dari sumber resmi Kementerian Pertanian.
Program ini akan segera berjalan setelah ada usulan dari pemda setempat. Mentan Amran menegaskan langkah ini harus dilakukan agar longsor tidak terulang, terutama di kawasan rawan dengan kemiringan tajam.
Strategi disusun berdasarkan tingkat kemiringan lahan. Wilayah landai tetap ditanami hortikultura, sedangkan lereng curam dialihkan ke tanaman tahunan.
"Kemiringannya 20 derajat, 30 derajat, apalagi 45 derajat. Daerah-daerah yang landai kita tanami hortikultura, jadi kita bagi. Kalau tanaman tahunan, itu akarnya bisa dalam sehingga mencegah erosi dan longsor," ujar Mentan Amran.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI terkait pengembangan perkebunan nasional. Anggaran telah tersedia untuk menanam tanaman perkebunan di sekitar 870 ribu hektare di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada daerah rawan bencana.
"Anggaran kita ada, cukup besar dari Bapak Presiden. Bapak Presiden perintahkan ada tanaman perkebunan kurang lebih 870 ribu hektare seluruh Indonesia. Khusus daerah-daerah rawan bencana, kita prioritaskan," tambah Mentan Amran.
Untuk menjaga pendapatan petani selama masa transisi, Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan. Tanaman hortikultura dapat disisipkan sementara agar petani tetap memiliki penghasilan sambil menunggu tanaman tahunan tumbuh.
"Petaninya, mungkin tergantung Pak Bupati nanti kalau ada lahan yang baik, siap tanam, di hutan tanaman industri dan seterusnya, kita bantu. Tapi dari pusat saran kami, yang daerah kemiringan itu kalau hortikultura disisip untuk sementara supaya overlap. Pendapatannya tetap ada disisip dengan tanaman perkebunan," jelas Mentan Amran.
Dalam jangka menengah sekitar dua hingga tiga tahun, tanaman tahunan seperti kopi diharapkan sudah bisa menjadi sumber pendapatan utama pengganti hortikultura.
Langkah Kementerian Pertanian ini menandai perubahan pendekatan dari respons darurat menjadi mitigasi permanen untuk melindungi masyarakat dan petani di kawasan rawan longsor.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Pelaku Pariwisata Gowa Ikuti Bimtek K3, untuk Meningkatkan...
Towa News | 03 April 2026, 16.29 WIB
Kemensos dan BPS Percepat Pembaruan Data Bansos, Penyaluran...
Towa News | 02 April 2026, 15.53 WIB
Puan Maharani Desak Evaluasi Berkala Kebijakan WFH ASN...
Towa News | 02 April 2026, 15.42 WIB
Prabowo dan Presiden Korsel Pose Finger Heart Bareng...
Towa News | 02 April 2026, 10.47 WIB
Anggota DPR RI Bambang Haryo Desak Kemenhub Tambah...
Towa News | 02 April 2026, 10.30 WIB