Menteri PPPA: Pendidikan Antikorupsi Dimulai dari Peran Ayah dalam Keluarga

Dipublish oleh Tim Towa | 02 Desember 2025, 12:03 WIB

Bagikan:
X
Menteri PPPA: Pendidikan Antikorupsi Dimulai dari Peran Ayah dalam Keluarga
ilustrasi Peran ayah ( foto : Getty Images/iStockphoto/kieferpix )

Towa News, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyatakan bahwa pencegahan korupsi perlu dimulai dari lingkungan keluarga, khususnya melalui keteladanan seorang ayah. Ia menekankan bahwa figur ayah mempunyai pengaruh penting dalam menanamkan nilai integritas pada anak sejak usia dini.

Pernyataan tersebut disampaikan Arifah dalam acara Sosialisasi Anti Korupsi dan Peringatan Hari Ayah Nasional 2025 yang berlangsung di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/12/2025). Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian menentang kecurangan, serta tanggung jawab akan lebih mudah terserap anak jika dicontohkan secara langsung oleh ayah di rumah.

"Antikorupsi bukan sekadar soal hukum atau penindakan. Ini adalah nilai yang dibangun sejak kecil. Peran ayah di rumah sangat besar untuk menunjukkan bagaimana jujur dalam hal-hal sederhana," ujar Arifah seperti dikutip dari DetikNews.

Menteri PPPA memberikan ilustrasi bagaimana perilaku sederhana dapat menjadi pembelajaran antikorupsi bagi anak. Misalnya, tidak berbohong tentang alasan keterlambatan, tidak mengambil barang orang lain tanpa izin, dan menepati janji kepada anak merupakan bentuk pendidikan karakter yang otentik.

"Anak belajar dari yang mereka lihat. Kalau ayahnya berani berkata jujur meskipun sulit, anak akan merekam itu sebagai nilai hidup," tambah Arifah, Selasa (2/12).

Arifah juga menyoroti hasil berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa sosok ayah memiliki dampak signifikan dalam pembentukan karakter moral anak. Meskipun kerja sama kedua orang tua tetap penting, peran ayah dinilai sangat strategis dalam membangun budaya integritas di lingkungan keluarga.

"Keluarga adalah benteng pertama pendidikan antikorupsi. Jika ayah hadir, terlibat, dan konsisten menunjukkan integritas, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih berani melawan korupsi," kata Arifah .

Pada kesempatan yang sama, Arifah mengajak pemerintah daerah dan komunitas keluarga untuk memperluas kampanye penguatan karakter anak. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui program pelatihan pengasuhan (parenting) serta penyusunan modul pendidikan antikorupsi yang berbasis keluarga.

Sumber: Detik.com

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video