Menteri Trenggono Ajak Dunia Pulihkan Ekosistem Laut di Forum Ekonomi Dunia

Dipublish oleh Tim Towa | 23 Januari 2026, 12:56 WIB

Bagikan:
X
Menteri Trenggono Ajak Dunia Pulihkan Ekosistem Laut di Forum Ekonomi Dunia
(dok.kkp)

Towa News, Jakarta -  Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak negara-negara di dunia untuk bersama-sama memulihkan ekosistem laut yang rusak akibat perubahan iklim, pencemaran, dan penangkapan ikan ilegal dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Seruan tersebut disampaikan Trenggono saat menghadiri sesi Velocity of the Blue Economy pada Selasa (22/1) pagi waktu setempat. Ia menekankan bahwa kerusakan laut yang kian meluas telah menjadi ancaman serius bagi dunia.

"Lautan kita menghadapi ancaman serius, pemanasan laut, meningkatnya keasaman, menurunnya stok ikan, dan pencemaran laut. Lautan kita memanggil kita semua untuk bertindak bersama menyelamatkan, dan mengelolanya dengan tanggung jawab," kata Menteri Trenggono seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jumat (23/1).

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menyatakan kesiapannya memimpin upaya perlindungan ekosistem laut melalui program Ekonomi Biru yang telah dijalankan selama ini. Trenggono menyebut laut merupakan bagian dari sejarah, identitas, dan masa depan Indonesia.

Menurut Trenggono, diperlukan tindakan cepat dan kolaboratif melibatkan pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk mengatasi persoalan kerusakan laut.

Langkah Nyata KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk melindungi ekosistem laut. Pemerintah terus memperluas kawasan konservasi laut yang saat ini telah mencapai lebih dari 30 juta hektare dengan target 97,5 juta hektare pada 2045.

Sistem penangkapan ikan juga akan diatur melalui mekanisme kuota guna menekan praktik penangkapan berlebihan dan illegal fishing. Di sisi lain, budidaya perikanan dikembangkan secara inovatif, berkelanjutan, dan inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga ketahanan pangan.

Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil juga mendapat perlindungan dari aktivitas ekonomi yang berpotensi merusak ekosistem. Pemerintah Indonesia turut mengintegrasikan penanganan sampah laut melalui aksi-aksi di darat dan laut.

"Indonesia memiliki salah satu cadangan karbon biru terbesar di dunia, menyimpan sekitar 17 persen karbon biru global. Ekosistem pesisir ini adalah penyerap karbon yang sangat penting, dan berperan mengatur iklim global serta menjaga kesehatan laut," ujar Trenggono seperti dikutip dari siaran pers KKP.

Uni Eropa Dorong Bahan Bakar Alternatif

Dalam sesi yang sama, European Commissioner for Sustainable Transport and Tourism Apostolos Tzitzikostas menyampaikan pandangannya terkait implementasi ekonomi biru. Ia menilai ekonomi biru bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga daya saing dan keamanan.

Tzitzikostas menyebut pihaknya mendorong penggunaan bahan bakar alternatif di sektor maritim dan pelayaran untuk mengurangi emisi karbon di laut.

"Apa yang tengah kami siapkan di Uni Eropa adalah Strategi Uni Eropa untuk Pelabuhan dan Sektor Maritim, yang akan menjawab seluruh tantangan saat ini, termasuk juga pengembangan ekonomi biru," kata Tzitzikostas seperti dikutip dari siaran pers KKP.

Indonesia Tuan Rumah Ocean Impact Summit 2026

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Trenggono mengumumkan Indonesia akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Bali. Pertemuan tingkat global ini akan mempertemukan para pemimpin dunia, pelaku bisnis, dan pakar untuk menghasilkan aksi nyata dalam tata kelola laut berkelanjutan.

Sesi Velocity of the Blue Economy dihadiri perwakilan negara dan organisasi global yang menjadi peserta WEF 2026. Isu kelautan menjadi salah satu fokus utama dalam forum tahun ini, ditandai dengan peluncuran inisiatif Blue Davos dan penetapan 2026 sebagai Year of Water sebagai upaya terintegrasi mengelola laut dan perairan tawar demi stabilitas ekonomi, ketahanan iklim, dan ketahanan pangan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video