Neraca Dagang Indonesia Surplus 68 Bulan Beruntun, Capai US$2,51 Miliar di Desember 2025

Dipublish oleh Tim Towa | 03 Februari 2026, 12:21 WIB

Bagikan:
X
Neraca Dagang Indonesia Surplus 68 Bulan Beruntun, Capai US$2,51 Miliar di Desember 2025
Ilustrasi ekspor perdagangan (dok.kemenkeu)

Towa News, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada Desember 2025 sebesar US$2,51 miliar. Pencapaian ini menandai rentetan surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan, angka surplus Desember tersebut sedikit menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai US$2,66 miliar.

"Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak bulan Mei tahun 2020," ujar Ateng seperti di kutip dari CNN Indonesia, Senin (2/2).

Surplus terjadi karena nilai ekspor yang mencapai US$26,35 miliar melampaui nilai impor sebesar US$23,83 miliar pada periode yang sama.

Ekspor Naik 11,64 Persen

Nilai ekspor Indonesia di Desember 2025 tercatat US$26,35 miliar, meningkat 11,64 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang US$23,60 miliar.

Berdasarkan sektor, industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar dengan nilai US$21,17 miliar, tumbuh 19,25 persen year-on-year (yoy). Sementara sektor pertambangan dan lainnya mencapai US$3,40 miliar, turun 8,78 persen yoy.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat penurunan signifikan dari US$580 juta menjadi US$520 juta, atau merosot 10,91 persen yoy.

Impor Tumbuh 10,81 Persen

Di sisi impor, nilainya tercatat US$23,83 miliar sepanjang Desember 2025, naik 10,81 persen dibanding Desember 2024 yang US$21,51 miliar. Impor terdiri dari migas US$3,35 miliar dan nonmigas US$20,48 miliar.

Berdasarkan kategori, impor bahan baku atau penolong mencapai US$16,10 miliar, meningkat 5,58 persen yoy. Impor barang modal mencatat kenaikan tertinggi sebesar 34,66 persen yoy menjadi US$5,32 miliar dari US$3,95 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan impor barang konsumsi tercatat US$2,41 miliar, naik 4,56 persen yoy.

Surplus Tahunan Melonjak 31 Persen

Secara kumulatif sepanjang 2025, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan US$41,05 miliar atau setara Rp676,3 triliun. Angka ini melonjak 31 persen atau US$9,72 miliar dibanding tahun 2024.

Total ekspor sepanjang 2025 mencapai US$282,9 miliar, naik 6,15 persen dari US$266,53 miliar pada 2024. Sementara total impor hanya tumbuh 2,83 persen menjadi US$241,86 miliar.

Surplus terbesar dicatat dalam perdagangan dengan Amerika Serikat senilai US$18,11 miliar, meningkat dari US$14,52 miliar tahun sebelumnya. Surplus dengan India juga tercatat US$14,49 miliar, meski sedikit turun dari US$14,7 miliar pada 2024.

Sebaliknya, perdagangan dengan Tiongkok mencatat defisit besar US$20,5 miliar, membengkak dari US$11,11 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Komoditas ekspor utama ke AS didominasi mesin dan peralatan elektrik, pakaian serta aksesorisnya, dan alas kaki. Sedangkan ekspor ke India didominasi bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video