Prabowo: Program MBG, CKG, dan Pemerataan Pendidikan Dorong Kesejahteraan Nasional

Dipublish oleh Tim Towa | 02 Februari 2026, 16:20 WIB

Bagikan:
X
Prabowo: Program MBG, CKG, dan Pemerataan Pendidikan Dorong Kesejahteraan Nasional
(Dok.Sekertariat Presiden)

Towa News, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menyatakan sejumlah program prioritas pemerintah seperti makan bergizi gratis (MBG), cek kesehatan gratis (CKG), dan pemerataan akses pendidikan telah membuahkan hasil konkret serta memberi dampak ekonomi signifikan kepada masyarakat.

Menurut Presiden, seluruh kebijakan itu dijalankan secara terpadu sebagai bagian dari upaya pembangunan nasional guna memperkuat basis ekonomi, meningkatkan mutu sumber daya manusia, dan mencapai kesejahteraan rakyat yang berkesinambungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberi pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Cakupan MBG Capai 60 Juta Penerima

Prabowo menjelaskan program MBG kini telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dan ditargetkan mencapai 82 juta orang paling lambat Desember 2026. Program ini juga menciptakan ekosistem ekonomi baru di berbagai wilayah.

"Dan MBG kita ini sudah sampai 60 juta hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026. Paling lambat. Dengan kondisi sekarang saja, hari ini, MBG telah ada dapur ya, SPPG yang sudah operasional 22.275 dapur operasional. Dalam proses penilaian dan pengajuan, 13.829. Dengan 22.000 saja, sekarang menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 x 50 orang yang digaji tiap hari," kata Presiden Prabowo.

Saat ini terdapat 22.275 dapur SPPG (Satuan Pangan Pemerintah Gratis) yang beroperasi, dengan 13.829 lainnya dalam tahap penilaian dan pengajuan. Dari 22.000 dapur yang ada, program ini telah menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja.

70 Juta Warga Terima Layanan Kesehatan Gratis

Di bidang kesehatan, pemerintah telah memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar. Program pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu inisiatif unggulan yang langsung menyasar kebutuhan publik.

"Tujuh puluh juta rakyat kita sudah dicek kesehatan gratis. Pertama kali dalam sejarah," ujar Kepala Negara seperti dilansir BPMI Setpres.

Distribusi Panel Interaktif ke Seluruh Sekolah

Dalam sektor pendidikan, Prabowo menekankan komitmen pemerintah mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antar-daerah. Distribusi sarana dan prasarana pendidikan dipastikan merata hingga ke wilayah terpencil.

Sebanyak 282.180 sekolah telah menerima interactive flat panel (IFP) pada tahun ini, termasuk sekolah-sekolah di pulau terluar dan daerah tertinggal.

"Saudara bisa lihat hasil-hasil kita yang lain, 282.180 sekolah telah menerima interactive flat panel (IFP). Tahun ini sudah selesai. Hampir semua sekolah termasuk yang terluar dan yang terpencil, yang tertinggal sudah menerima. Di pulau-pulau terpencil, di gunung-gunung tertinggi mereka sudah punya panel interaktif," ungkap Presiden.

Konsolidasi Aset Negara Capai 1 Triliun Dolar AS

Presiden juga menyoroti langkah strategis dalam penguatan fondasi ekonomi nasional melalui konsolidasi aset negara lewat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pengelolaan aset dilakukan secara profesional dengan orientasi jangka panjang.

"Kita telah bentuk dana Sovereign Wealth Fund. Saya telah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen, satu pengelolaan, yang nilainya adalah 1 triliun USD. Lengkapnya adalah 1.040 miliar dolar asset under management," kata Prabowo.

Prabowo menutup paparannya dengan menegaskan pemerintah akan terus bekerja konsisten dan disiplin demi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan bangsa.

Sumber: BPMI Setpres

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video