Dipublish oleh Tim Towa | 09 April 2026, 17:10 WIB
Towa News, Ketapang - PT Patra Logistik mencatat volume bahan bakar minyak (BBM) yang dikelola melalui Fuel Terminal Ketapang, Kalimantan Barat, mencapai sekitar 193 ribu kiloliter per tahun. Pasokan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Distribusi energi di wilayah 3T masih menghadapi tantangan geografis, terutama akibat dominasi jalur perairan dan keterbatasan akses darat. Dalam kondisi tersebut, keberadaan infrastruktur distribusi yang andal menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan pasokan energi.
Sebagai operator Fuel Terminal Ketapang, PT Patra Logistik berperan sebagai simpul strategis dalam mendukung kelancaran penyaluran BBM, khususnya untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas seperti Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
Penyaluran BBM yang didukung melalui terminal ini mencakup 18 SPBU reguler serta sekitar 40 SPBU non-reguler dan Pertashop guna menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil. Selain itu, dukungan juga diberikan terhadap kebutuhan sektor industri melalui operasional 73 unit mobil tangki.
Besarnya volume yang dikelola tersebut menjadikan Fuel Terminal Ketapang sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi daerah melalui ketersediaan energi yang berkelanjutan.
Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 7.200 kiloliter untuk produk Biosolar, Pertalite, dan Pertamax, PT Patra Logistik terus memperkuat ketahanan pasokan melalui rencana penambahan kapasitas tangki guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan di masa mendatang.
Direktur Pemasaran dan Operasi PT Patra Logistik, Joko Priyambodo, menekankan fungsi vital terminal tersebut dalam menjaga aliran energi ke daerah terpencil.
“Fuel Terminal Ketapang menjadi titik penting dalam memastikan energi dapat terus mengalir hingga ke masyarakat dan sektor industri, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis tinggi. Kami memastikan operasional berjalan andal agar distribusi tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, PT Patra Logistik bersinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga selaku mitra dalam ekosistem distribusi energi nasional, guna memastikan penyaluran BBM berlangsung tepat waktu dan tepat sasaran. Seluruh kegiatan dijalankan berdasarkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan standar operasional yang ketat.
Penguatan peran Fuel Terminal Ketapang ini tidak hanya mendukung kelancaran penyaluran energi, tetapi juga memastikan pemerataan akses BBM di wilayah 3T serta berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi daerah dan ketahanan energi nasional. (red)
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Menkeu Purbaya Percepat Rekrutmen Bea Cukai untuk Lulusan...
Towa News | 09 April 2026, 15.14 WIB
Indonesia Siapkan Produksi Avtur dari Minyak Jelantah, Prabowo:...
Towa News | 09 April 2026, 14.26 WIB
Iran Minta Kapal Tanker Bayar Tol Bitcoin untuk...
Towa News | 09 April 2026, 14.22 WIB
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Komisi III...
Towa News | 08 April 2026, 14.30 WIB
Satgas PKH Sita 1.699 Hektare Lahan Tambang Ilegal...
Towa News | 08 April 2026, 13.25 WIB