Dipublish oleh Tim Towa | 03 April 2026, 16:29 WIB
Towa News, Gowa - Puluhan pelaku pariwisata, komunitas masyarakat, dan kelompok UMKM Kabupaten Gowa mengikuti Kegiatan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Mewujudkan Keselamatan Wisata yang Aman dan Berkelanjutan, Rabu (4/3/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini berlangsung di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Para peserta berasal dari berbagai unsur, yakni pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, komunitas masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata dan promosi digital, kelompok UMKM pendukung event daerah, serta perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa.
Perwakilan Kementrian Pariwisata Ibu Andi Marlina, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan daya tarik destinasi semata.
"Pengembangan sektor pariwisata harus didukung dengan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang baik. Penerapan prinsip keselamatan menjadi faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang aman, nyaman, serta mampu memberikan pengalaman yang berkualitas bagi wisatawan," ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa dalam sambutannya menyoroti besarnya potensi pariwisata daerah mulai dari wisata alam, budaya, hingga sejarah, yang menurutnya perlu diimbangi dengan tata kelola keselamatan yang terstandar.
"Kabupaten Gowa memiliki potensi pariwisata yang besar dan beragam. Oleh karena itu, pengelolaan destinasi wisata perlu didukung penerapan standar K3 yang baik sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung," tegasnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Ahmad Daeng Se're, yang hadir secara virtual melalui Zoom, turut memberikan apresiasi atas antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Ia mendorong agar ilmu yang diperoleh langsung diimplementasikan di lapangan.
"Kami berharap pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan secara optimal dalam pengelolaan destinasi wisata di daerah, sehingga mampu mendukung terciptanya sektor pariwisata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan," kata Ahmad Daeng Se're.

Salah satu peserta juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru terkait standar keselamatan yang sebelumnya belum banyak diterapkan secara sistematis di lapangan.
“Kami jadi lebih paham bagaimana mengelola risiko di lokasi wisata, termasuk langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi kondisi darurat,” ujar salah satu peserta.
Selain itu, peserta juga didorong untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan wisata sebagai bagian dari kualitas layanan kepada wisatawan. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan pengunjung terhadap destinasi wisata di daerah.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Pariwisata berharap para peserta dapat berperan aktif sebagai ujung tombak penerapan K3 di lapangan, sehingga destinasi wisata di Kabupaten Gowa tumbuh menjadi tujuan wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman, nyaman, dan berdaya saing di tingkat nasional.(red)
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Seskab Teddy Temui Wapres Gibran 1,5 Jam di...
Towa News | 03 April 2026, 19.23 WIB
Kemensos dan BPS Percepat Pembaruan Data Bansos, Penyaluran...
Towa News | 02 April 2026, 15.53 WIB
Puan Maharani Desak Evaluasi Berkala Kebijakan WFH ASN...
Towa News | 02 April 2026, 15.42 WIB
Prabowo dan Presiden Korsel Pose Finger Heart Bareng...
Towa News | 02 April 2026, 10.47 WIB
Anggota DPR RI Bambang Haryo Desak Kemenhub Tambah...
Towa News | 02 April 2026, 10.30 WIB