Dipublish oleh Tim Towa | 02 Maret 2026, 18:51 WIB
Towa News, Takalar - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi dalam rangka implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna mewujudkan keselamatan wisata yang aman dan berkelanjutan di Gedung Islamic Center Takalar, Senin (2/3).
Kegiatan bertema “Pelatihan Berbasis Kompetensi Dalam Rangka Implementasi K3 untuk Mewujudkan Keselamatan Wisata yang Aman dan Berkelanjutan” ini dihadiri pelaku usaha pariwisata, komunitas sadar wisata, pelaku UMKM, serta perwakilan pemerintah daerah yang terlibat langsung dalam pengelolaan destinasi.
Hadir sebagai pemateri sekaligus narasumber, Kabid Perencanaan dan Pengembangan Asdep Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kementerian Pariwisata, Kemal Akbar Khalikal Isbah. Selain itu, kegiatan juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar, Darwis, serta Kapoksi Fraksi NasDem Komisi VII DPR RI, Ahmad Daeng Se’re.
Materi pelatihan mencakup pemahaman prinsip dan regulasi K3 di sektor pariwisata, identifikasi potensi risiko di destinasi, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan. Peserta juga dibekali simulasi penanganan kondisi darurat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kecelakaan di kawasan wisata.
Selain itu, kegiatan diisi diskusi interaktif dan studi kasus guna mengidentifikasi tantangan di lapangan serta merumuskan langkah mitigasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku usaha.
Salah satu peserta dari pelaku usaha pariwisata lokal menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru dalam pengelolaan keselamatan destinasi. “Kami jadi lebih paham bagaimana mengidentifikasi risiko dan menyiapkan langkah penanganan darurat di lokasi wisata,” ujar peserta saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Peserta lainnya dari komunitas pariwisata menilai materi yang diberikan bersifat praktis dan relevan. “Materi yang diberikan sangat aplikatif, terutama dalam penyusunan SOP keselamatan yang bisa langsung diterapkan,” katanya.
Dalam penyampaian materinya, Kemal Akbar Khalikal Isbah menegaskan pentingnya penerapan standar keselamatan dalam pengelolaan destinasi. “Penerapan standar K3 menjadi hal penting guna meminimalkan risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman bagi wisatawan dan pelaku usaha,” ujar Kemal dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Darwis menekankan bahwa keselamatan merupakan bagian utama dalam pembangunan pariwisata. “K3 tidak hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi bentuk komitmen bersama dalam melindungi wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat,” kata Darwis dalam sambutannya.
Anngota DPR RI Fraksi Nasdem, Ahmad Daeng Se’re menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata. “Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi situasi darurat serta mengurangi potensi risiko di destinasi wisata,” ujar Ahmad Daeng Se’re.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat penerapan K3 di destinasi wisata. Selain itu, dilakukan pula penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama seluruh peserta.
Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak nyata berupa meningkatnya kompetensi pelaku usaha, tersusunnya SOP keselamatan, serta terbangunnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Dengan penerapan K3 yang konsisten, destinasi wisata di Takalar diharapkan semakin aman, nyaman, dan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan. (red)
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Ratifikasi ILO 188, Menteri P2MI: Perlindungan Nyata...
Towa News | 01 Mei 2026, 17.07 WIB
Prabowo Tetapkan Potongan Aplikator Ojol di Bawah 10...
Towa News | 01 Mei 2026, 17.02 WIB
Prabowo Teken Keppres Satgas Mitigasi PHK di Hari...
Towa News | 01 Mei 2026, 16.58 WIB
Ribuan Buruh Padati Monas di Hari Buruh 2026,...
Towa News | 01 Mei 2026, 16.54 WIB
Prabowo Kumpulkan 1.500 Dansat TNI di Unhan Bogor,...
Towa News | 30 April 2026, 22.03 WIB