Dipublish oleh Tim Towa | 28 November 2025, 12:47 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah mempercepat respons tanggap darurat untuk menangani bencana alam yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mobilisasi dilakukan sejak hari pertama kejadian dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan, pemerintah memastikan seluruh elemen bergerak cepat melindungi warga dari dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah.
"Jadi sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami Tim BNPB langsung bergerak dibantu TNI-Polri, Pemda aktif, dan untuk tanggap darurat itu tenda-tenda pengungsian terus makanan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim," kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Pratikno menerangkan, pengiriman bantuan mendesak kembali dilakukan untuk mendukung operasi tanggap darurat. Sejumlah peralatan prioritas seperti alat komunikasi, perahu karet, dan genset listrik dikirimkan guna meningkatkan efisiensi penanganan.
"Jadi yang dikirim hari ini atas perintah Bapak Presiden adalah kebutuhan yang sangat mendesak, misalnya tadi disampaikan oleh Pak Seskab, alat komunikasi, perahu karet, kemudian genset listrik, itu hal yang juga sangat diperlukan untuk supaya pekerjaan-pekerjaan tanggap darurat ini semakin efisien. Tim PU (Pekerjaan Umum) juga bergerak, karena beberapa lokasi titik itu putus, mulai dari tanah longsor, kemudian jalan yang tertimbun, dan lain-lain, itu juga sudah bergerak," ujarnya.
Tim Kementerian Pekerjaan Umum turut dikerahkan untuk membuka akses yang terputus akibat longsor dan jalan tertimbun material.
Menko Pratikno mengatakan, kondisi cuaca buruk dipicu oleh siklon tropis Senyar yang berdampak besar di beberapa wilayah. Pemerintah telah mengaktifkan operasi modifikasi cuaca untuk mengalihkan intensitas hujan dari daratan ke laut.
"Perlu kita ketahui, ini adalah siklon tropis senyar yang memang sangat dahsyat, tetapi menurut BMKG sudah mulai menurun, oleh karena itu kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca. Sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan, sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan. Ini juga dilakukan upaya-upaya semacam ini," jelasnya.
Pemerintah juga mewaspadai keberadaan siklon tropis Koto di wilayah utara. Meski diharapkan tidak memasuki daratan Indonesia, seluruh elemen diminta tetap waspada dan siaga.
"Dan kemudian kita juga mengantisipasi karena ada siklon koto, tapi tempatnya di utara. Kita masih waspada, kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia. Jadi sekali lagi, kita butuh dukungan dari semua pihak, rekan-rekan semuanya," pungkas Pratikno.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB