Dipublish oleh Tim Towa | 30 Desember 2025, 13:16 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah menegaskan penyaluran bantuan sosial dan logistik bagi korban bencana di tiga provinsi Sumatra berjalan cepat dan terukur. Total bantuan penanganan tanggap darurat yang telah disalurkan mencapai Rp100.484.346.880.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, dana tersebut digunakan untuk pengadaan lauk pauk, perlengkapan keluarga, pakaian anak, serta bahan makanan bagi 42 dapur umum di wilayah terdampak.
"Total nilai bantuan penanganan tanggap darurat bencana Sumatra yang sudah tersalur sebanyak Rp100.484.346.880 berupa lauk-lauk, family kit, kids wear, dan kebutuhan bahan makanan untuk 42 dapur umum," ujar Agus Jabo seperti dikutip dari laman Sekretariat Presiden, Senin (29/12).
Rincian bantuan tersebut meliputi Rp43,6 miliar untuk Aceh, Rp19,4 miliar untuk Sumatra Barat, dan Rp37,4 miliar untuk Sumatra Utara. Pemerintah juga telah menyerahkan santunan kepada 86 ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp15 juta per orang, dengan total Rp1,29 miliar.
Agus Jabo menyatakan bahwa setiap data korban yang sudah diverifikasi oleh kepala daerah dan BNPB akan segera diproses untuk pencairan.
"Setiap data yang telah diverifikasi oleh Bupati, oleh wali kota, dan BNPB, segera akan kami tindak lanjuti dengan proses pencairan untuk santunan korban meninggal tersebut," ungkapnya dalam konferensi pers di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Selain bantuan darurat, pemerintah menyiapkan bantuan pascabencana berupa dana tunai Rp3 juta per keluarga untuk perabotan rumah tangga, bantuan lauk pauk Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, dan dukungan pemberdayaan ekonomi Rp5 juta per keluarga sesuai hasil kajian.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan distribusi logistik dalam sebulan terakhir mencapai 1.526 ton dengan tingkat penyaluran 97 persen. Laju distribusi di berbagai posko mencapai 80,93 persen di Iskandar Muda, Aceh, 98,2 persen di Silangit, Sumatra Utara, 72,4 persen di Kualanamu, dan 93,5 persen di Sumatra Barat.
"SOP kami itu tidak ada barang yang datang tinggal lebih dari 2×24 jam. Semua pasti langsung terdistribusi. Jadi laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen," tegas Abdul Muhari seperti dilansir dari laman Sekretariat Presiden.
Terkait dana tunggu hunian, Abdul Muhari menjelaskan sebanyak 16.264 kepala keluarga telah terdata lengkap dan tervalidasi dengan data kependudukan Kemendagri. Dana Rp600 ribu per KK per bulan akan disalurkan melalui sistem jemput bola lewat bank-bank Himbara.
"Pencairan 600 ribu per KK per bulan ini nantinya akan jemput bola. Jadi masyarakat tidak perlu antre di bank," jelasnya, menambahkan rekening penerima telah dibuka dan penyaluran tahap pertama akan segera dilakukan, sementara proses pendataan tahap berikutnya terus berlangsung.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB