Pemerintah Siapkan Bantuan Benih dan Alsintan untuk 20.000 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Sumatera

Dipublish oleh Tim Towa | 31 Desember 2025, 13:40 WIB

Bagikan:
X
Pemerintah Siapkan Bantuan Benih dan Alsintan untuk 20.000 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Sumatera
Ilustarsi Benih

Towa News, Jakarta - Kementerian Pertanian mencatat sekitar 20.000 hektare sawah di Sumatera mengalami gagal panen akibat bencana banjir. Lahan-lahan tersebut bahkan dilaporkan telah tersapu banjir dan tidak lagi berbentuk persawahan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pemerintah akan melakukan pencetakan ulang sawah yang rusak hingga kembali seperti kondisi semula. Bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan) akan diberikan secara cuma-cuma kepada para petani.

"Nah yang puso itu kan sekitar 15.000-20.000 hektare. Itulah kemudian nanti pemerintah datang. Itu kan sudah tidak berbentuk sawah lagi. Nanti kita ada cetak sawah, kita bikinkan sawahnya, kita kasih benihnya, kita kasih alat mesin pertaniannya. Jadi sawah yang karena bencana kemudian tidak jadi sawah lagi itu kita kembalikan seperti sawah sediakala," kata Sudaryono seperti dilansir DetikFinance, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan dari total 70.000 hektare sawah yang terdampak banjir di Sumatera, sekitar 15.000-20.000 hektare mengalami puso atau gagal panen total. Sementara sisanya meskipun terdampak namun tidak mengalami kegagalan panen.

"Nah kalau yang terdampak itu kan misalnya 70.000, (kemudian) sisanya bagaimana terdampak itu? Misalnya dia akses jalannya putus, kemudian dia terendam tapi tidak mati padinya, itu tanamanya tidak mati, itu namanya terdampak. Tapi kemudian tidak puso. Kalau puso itu gagal panen namanya," terang Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan rencana membangun kembali lahan sawah yang rusak parah akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

"Ada 70.000 hektare sawah rusak, tapi yang betul-betul harus dibangun kembali itu 11.000," ujar Amran seperti dikutip dari DetikFinance, Senin (15/12/2025).

Amran menyatakan proses pembangunan kembali lahan sawah akan dimulai pada Januari 2026. Pemerintah telah menyiapkan anggaran berkisar Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar untuk proyek tersebut.

"Kita Januari langsung jalan, anggarannya sudah ada. Anggarannya Rp 300 miliar- Rp 400 miliar kalau 10.000," katanya.

Tidak hanya sawah, pemerintah juga berencana memperbaiki lahan perkebunan lain yang rusak akibat bencana. Benih untuk komoditas seperti kopi dan kakao telah disiapkan untuk disalurkan pada 2026.

"Bukan sawah saja, ada kopi, ada kakao, bibitnya kita sudah siapkan tahun 2026," tegasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video