Pemerintah Siapkan Tabung Merah Putih, Calon Pengganti Gas Melon 3 Kg

Tim Towa - Towa News
Rabu, 01 Juli 2026 15:27 WIB
Pemerintah Siapkan Tabung Merah Putih, Calon Pengganti Gas Melon 3 Kg
(dok.towa)

Towa News, Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan tabung compressed natural gas (CNG) bernama Tabung Merah Putih untuk menggantikan LPG 3 kilogram atau yang biasa dikenal sebagai Gas Melon. Prototipe tabung tersebut ditargetkan mulai diproduksi pada Juli 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, mengatakan nama Tabung Merah Putih sebelumnya sudah diperkenalkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai identitas resmi tabung CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

"Pak Menteri kan kemarin ngomong namanya Tabung Merah Putih," ujar Laode saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (29/6), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Menurut Laode, sekitar 15 unit prototipe akan dibuat pada bulan ini untuk kemudian menjalani serangkaian uji kelayakan di Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Seluruh prototipe untuk tahap awal masih didatangkan dari China.

"Jadi Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Jadi diuji tuh belasan lah, mungkin sekitar 15," katanya, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (29/6).

Dari segi kapasitas, tabung CNG tersebut dirancang setara dengan LPG 3 kilogram. Bahan yang digunakan pun berbeda dari tabung logam konvensional, yakni material komposit dengan teknologi tipe empat yang membuat bobotnya lebih ringan.

Laode menjelaskan, aspek keselamatan menjadi fokus utama dalam pengujian, termasuk ketahanan terhadap tekanan dan sistem valve yang menyatu langsung dengan badan tabung.

"Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat. Kita uji di Lemigas. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa," jelas Laode.

Soal harga, pemerintah memastikan tabung CNG akan dijual dengan harga yang sama dengan LPG 3 kilogram. Skema ini diklaim tetap mampu menekan subsidi energi hingga sekitar 30 persen.

"Sama, sama harganya (LPG 3Kg). Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen," imbuhnya.

Lebih lanjut, Laode menyebut pemerintah membuka kemungkinan membangun pabrik tabung CNG di dalam negeri jika permintaan sudah meningkat signifikan. Adapun penerapan program ini akan dilakukan secara bertahap di sejumlah daerah, menyesuaikan pasokan gas yang telah disiapkan bersama SKK Migas.

"Ada peluang untuk itu (pembangunan pabrik di RI). Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka bangun di sini," pungkas Laode.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi