Towa News, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam arahan penting bagi seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan aset paling berharga yang wajib dijaga oleh setiap anggota kepolisian. Ia menyebut kepercayaan itu sebagai kekuatan utama seorang polisi dalam menjalankan tugasnya.
Pesan kedua, Kepala Negara meminta agar anggota Polri senantiasa dekat dengan masyarakat, responsif terhadap kebutuhan warga, serta tidak menyulitkan rakyat dalam pelayanan. Prabowo mengingatkan bahwa gaji dan fasilitas yang diterima aparat berasal dari rakyat, sehingga sudah sepatutnya rakyat pula yang dilindungi.
Ketiga, Presiden menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan berani, termasuk melindungi kelompok yang lemah tanpa rasa takut terhadap tekanan pihak mana pun. "Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah," kata Presiden Prabowo Subianto.
Pesan keempat berkaitan dengan penguatan profesionalisme personel. Prabowo mendorong jajaran Polri untuk terus memperdalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan demi mengantisipasi kejahatan yang semakin kompleks di era digital.
Kelima, Presiden mengajak Polri memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa, mulai dari TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, hingga kalangan petani, nelayan, dan pekerja, guna menjaga stabilitas keamanan nasional secara bersama-sama.
Pesan keenam, Prabowo mengingatkan agar institusi Polri tidak berhenti berbenah dan tetap bersikap rendah hati di tengah pencapaian yang diraih. Ia menyebut lembaga yang besar adalah lembaga yang terbuka mendengar kritik, sementara lembaga yang kuat adalah yang berani melakukan perubahan.
Keenam pesan tersebut disampaikan sebagai arah pembinaan Polri ke depan agar semakin profesional, modern, dan berintegritas. Presiden berharap institusi kepolisian dapat semakin dipercaya masyarakat sebagai pelindung, pengayom, sekaligus penjaga stabilitas nasional.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!