Pemulihan Energi Pascabencana Dipercepat, Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Tetap Aman

Dipublish oleh Tim Towa | 16 Desember 2025, 11:21 WIB

Bagikan:
X
Pemulihan Energi Pascabencana Dipercepat, Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Tetap Aman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ( Foto: YT/Sekertariat Presiden)

Towa News, Jakarta - Pemerintah memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap terjaga meskipun sejumlah wilayah mengalami bencana. Stok bahan bakar nasional dipastikan masih berada di level standar minimum yang aman menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Senin (15/12).

"Semua masih dalam koridor stok standar minimum nasional. Jadi kalau kita untuk Nataru, insyaallah aman Bapak, sekalipun kita kena persoalan di bencana," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Menteri Bahlil melaporkan upaya pemulihan pasokan listrik di kawasan terdampak bencana masih menghadapi kendala. Di Sumatra Utara, meskipun cakupan listrik sudah mencapai 99,9 persen, hampir 50 desa di empat kabupaten belum teraliri listrik.

"Jadi Pak Presiden, listrik desa ini seperti kemarin di Sumatra Utara, masih ada beberapa, sekalipun listriknya sudah 99,9 persen. Tapi masih ada kurang lebih sekitar hampir 50 desa di 4 kabupaten yang belum ada listrik. Ternyata itu bukan karena persoalan banjir saja, tapi memang jaringan listrik kita yang belum ada di sana," ungkapnya.

Bahlil menjelaskan, penyaluran listrik ke beberapa desa terpaksa ditunda karena kondisi belum memungkinkan. Infrastruktur rusak parah, akses jalan terputus, dan sebagian wilayah masih tergenang air menjadi penghambat utama.

"Kami laporkan bahwa belum bisa teraliri semua kepada desa-desa yang ada, karena sebagian desa-desa yang infrastrukturnya masih parah, jalan yang nggak bisa kita masuk, itu pada tegangan rendah, itu tiang-tiangnya jatuh dan ada sebagian desa yang memang masih banjir, masih ada air. Kalau ini kita paksakan untuk dialiri listrik, itu akan berdampak pada kecelakaan di masyarakat," jelasnya seperti dilansir BPMI Setpres.

Sementara itu, distribusi BBM dan LPG ke wilayah bencana di Sumatra terus dimaksimalkan dengan berbagai cara. Khusus untuk Aceh, pemerintah menghadapi tantangan berat karena akses darat belum dapat dilalui.

"Kemudian kalau Aceh, Bapak Presiden, jujur saya katakan di tiga kabupaten itu memang membutuhkan effort yang sangat luar biasa, karena akses darat belum bisa, jadi kami masih drop dengan pertamina pakai heli, pakai pesawat Hercules. Ada jalan-jalan tikus juga kami pakai, kemudian rakit juga kita lakukan. Apapun yang bisa kita dorong untuk bisa melakukan percepatan, kita maksimalkan potensinya yang ada," ujar Bahlil dalam laporannya di Istana Negara menurut BPMI Setpres.

Pemerintah menggunakan helikopter, pesawat Hercules, jalur alternatif, hingga rakit untuk memastikan pasokan energi sampai ke masyarakat di lokasi terdampak bencana.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video