Dipublish oleh Tim Towa | 14 Januari 2026, 15:44 WIB
Towa News, Jakarta - Ratusan pengemudi ojek online turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026). Aksi ini mengusung dua tuntutan utama: pembebasan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan penerbitan Peraturan Presiden tentang regulasi ojek online.
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia, Cecep Saripudin, menyatakan bahwa salah satu agenda utama aksi adalah mendesak Amerika Serikat menghentikan tekanan terhadap pemerintahan Venezuela.
"Iya, salah satu tuntutan kami juga adalah bagaimana bebaskan Maduro," kata Cecep Saripudin di lokasi aksi seperti dilaporkan DetikNews, Rabu (14/1/2026).
Cecep menilai Venezuela berhak menjalankan kedaulatannya tanpa campur tangan negara lain. Ia mengkritik AS yang dianggap melanggar hukum internasional meski mengklaim sebagai negara demokratis.
"Venezuela adalah bagian negara yang seharusnya mendapatkan satu kebebasan dalam demokrasi, kebebasan dalam menjalankan negaranya. Amerika sebagai simbol negara demokrasi hari ini omong kosong karena faktanya hari ini seluruh hukum-hukum internasional dilanggar oleh Amerika," ujarnya seperti dikutip dari DetikNews.
Massa aksi juga meminta Pemerintah Indonesia memberikan kecaman terhadap kebijakan AS kepada Venezuela, yang dinilai sebagai negara berdaulat dan demokratis.
Selain isu internasional, para pengemudi ojol menuntut Presiden Prabowo Subianto segera mengeluarkan Perpres yang mengatur kesejahteraan mereka. Cecep mengeluhkan besarnya potongan tarif yang harus ditanggung pengemudi saat ini.
"Hari ini kami hadir meminta kepada Presiden untuk segera mengeluarkan Perpres karena pada saat ini, sampai dengan hari ini, kawan-kawan ojek online penderitaannya sangat luar biasa. Potongan-potongannya sangat luar biasa," ungkap Cecep dalam laporan DetikNews.
Ia menekankan bahwa regulasi tersebut diperlukan agar negara hadir dalam melindungi kesejahteraan para pengemudi ojek online.
Akibat aksi ini, Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup untuk kendaraan bermotor sejak pukul 11.50 WIB. Penutupan dilakukan dari dua arah, baik dari Patung Kuda maupun Tugu Tani. Sebanyak 1.541 petugas kepolisian disiagakan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB