Dipublish oleh Tim Towa | 20 Desember 2025, 15:40 WIB
Towa News, Serang - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat pencapaian bersejarah dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga 19 Desember 2025, total penyaluran mencapai 263.017 unit rumah dengan nilai Rp32,67 triliun.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan rekor tertinggi sejak program FLPP diluncurkan pada 2010. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri acara Akad Massal 50.030 KPR FLPP di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
"KPR subsidi terbukti laris manis menjelang akhir tahun. Banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang menyatakan minatnya untuk memperoleh KPR subsidi tersebut," ungkap Heru seperti dilansir Antara.
Program ini melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan, dan didukung oleh 7.998 pengembang. Rumah subsidi tersebar di 12.981 perumahan yang mencakup 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Tren Penyaluran Empat Tahun Terakhir
Berdasarkan data BP Tapera, penyaluran FLPP menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam empat tahun terakhir. Pada 2020, penyaluran tercatat 109.253 unit. Angka ini melonjak menjadi 178.728 unit pada 2021, kemudian meningkat ke 226.000 unit di 2022 dan 229.000 unit pada 2023.
Meski sempat mengalami penurunan menjadi 200.300 unit pada 2024, tahun 2025 justru mencatatkan lompatan drastis yang melampaui semua pencapaian sebelumnya.
Heru menjelaskan bahwa penguatan penyaluran ini didorong oleh percepatan kolaborasi lintas sektor dan kerja sama pemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan sepanjang 2025.
"Kami mengapresiasi dukungan ekosistem perumahan untuk penyaluran tertinggi sepanjang sejarah. Kami berharap pada tahun 2026 kinerja penyaluran dana FLPP akan semakin cemerlang," tambahnya seperti dikutip dari Antara.
Keberpihakan Pemerintah pada Sektor Perumahan
Acara Akad Massal di Serang turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa Kredit Program Perumahan (KPP) dan FLPP merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo di sektor perumahan.
FLPP sendiri adalah program subsidi pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah membeli rumah melalui skema KPR bersubsidi. Sementara KPP merupakan kredit pembiayaan modal kerja dan investasi yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah guna mendukung pencapaian program prioritas di bidang perumahan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB