Perkuat Keselamatan Wisata, Pelaku Pariwisata Gowa Ikuti Pelatihan K3 untuk Wujudkan Wisata Aman dan Berkelanjutan

Dipublish oleh Tim Towa | 03 Maret 2026, 18:10 WIB

Bagikan:
X
Perkuat Keselamatan Wisata, Pelaku Pariwisata Gowa Ikuti Pelatihan K3 untuk Wujudkan Wisata Aman dan Berkelanjutan
Pelatihan implementasi K3 yang diikuti pelaku pariwisata dan UMKM di Gedung Haji Rate, Gowa, Selasa (3/3/2026).

Towa News, Gowa - Pelaku pariwisata di Kabupaten Gowa mengikuti kegiatan Pelatihan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna meningkatkan keselamatan wisata yang aman dan berkelanjutan di Gedung Haji Rate, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini dihadiri oleh anggota Komisi VII DPR RI Achmad Daeng Se’re, perwakilan Kementerian Pariwisata Andi Marlina ,serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfari. Turut hadir para pelaku pariwisata, komunitas, pelaku UMKM, serta unsur pemerintah daerah sebagai peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, Ary Mahdin Asfari menegaskan pentingnya aspek keselamatan dalam pengelolaan pariwisata. Ia menyebut penerapan K3 menjadi kunci dalam menciptakan destinasi wisata yang aman dan berkelanjutan.

Perwakilan Kementerian Pariwisata, Andi Marlina, yang juga bertindak sebagai narasumber, menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus diimbangi dengan penerapan standar keselamatan yang memadai.

“Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat implementasi K3 sekaligus meningkatkan kualitas dan citra pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Selain Andi Marlina, materi juga disampaikan oleh narasumber yang membahas peningkatan kapasitas (upskilling) K3 di sektor pariwisata, termasuk pengelolaan risiko, prosedur keselamatan, serta langkah mitigasi dalam menghadapi potensi bahaya di destinasi wisata.

Anggota Komisi VII DPR RI, Achmad Daeng Se’re, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya penerapan prinsip K3 untuk melindungi wisatawan dan pelaku usaha.

“Penerapan K3 menjadi bagian penting dalam memastikan perlindungan serta meningkatkan kepercayaan wisatawan,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Dalam sesi tersebut, peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait penerapan keselamatan di lapangan.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya standar keselamatan dalam operasional wisata. Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Dari hasil kegiatan, peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait penerapan K3 di sektor pariwisata, termasuk kemampuan mengidentifikasi risiko dan melakukan langkah pencegahan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman.

Program serupa diketahui telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat standar keselamatan pariwisata secara nasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku pariwisata dapat menerapkan prinsip K3 secara konsisten sehingga mampu mewujudkan destinasi wisata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. (red)

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video