Dipublish oleh Tim Towa | 09 Januari 2026, 10:48 WIB
Towa News, Jakarta - PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan PT Elnusa Tbk dan Yayasan Baitul Hikmah membangun infrastruktur sumur air pompa untuk masyarakat korban banjir dan tanah longsor di Sumatra, khususnya wilayah Aceh Tamiang.
Program ini diwujudkan melalui penyerahan tujuh unit alat bor sumur air jacro beserta dana bantuan dari karyawan Elnusa Group pada Kamis (8/1/2026) di Graha Elnusa. Bantuan tersebut difokuskan untuk membangun sumur di titik-titik strategis yang menjadi pusat kegiatan warga.
Vice President CSR & SMEPP Pertamina Rudi Ariffianto menjelaskan, air bersih menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana selain logistik dan energi.
"Dari berbagai pengalaman Pertamina dalam mendukung pemulihan bencana di Indonesia, kebutuhan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama. Karena itu, kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak," kata Rudi seperti dikutip dari Kabar BUMN, Kamis (8/1/2026).
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk Andri Haribowo menyatakan, program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar respons darurat.
"Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh ke depan. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam masa pemulihan," ujar Andri seperti dilaporkan Kabar BUMN.
Hingga saat ini, Pertamina telah menyelesaikan pengeboran lima sumur di Aceh Tamiang yang tersebar di Kecamatan Bendahara (Musholla Babul Jannah Teluk Halban dan Desa Teluk Kepayang), Kecamatan Rantau (Masjid Istikomah Desa Alur Cucur), serta dua titik di Hunian Sementara Kecamatan Karang Baru.
Sebelumnya, perusahaan pelat merah ini telah mengaktifkan kembali 19 sumur di Kabupaten Aceh Tamiang. Distribusi air bersih juga dilakukan dengan mengirimkan 15 truk tangki setiap hari, yang hingga 8 Januari 2026 telah menyalurkan 2.165.000 liter air.
Rencana pengeboran selanjutnya akan diperluas ke Pidie Jaya dan wilayah terdampak lainnya di Sumatra Utara serta Sumatra Barat.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi, poin 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta poin 13 mengenai Aksi terhadap Perubahan Iklim.
"Air bersih bukan hanya kebutuhan masa tanggap darurat, tetapi juga kebutuhan jangka panjang masyarakat pascabencana. Karena itu, Pertamina berkomitmen menyediakan fasilitas air bersih di puluhan titik yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," kata Rudi seperti dikutip dari Kabar BUMN.
Kolaborasi ini menunjukkan peran BUMN tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Dasco Pimpin Rakor Satgas Pemulihan Pascabencana Aceh Bersama...
Towa News | 10 Januari 2026, 11.56 WIB
Indonesia Tunjuk Dubes Sidharto Reza Pimpin Dewan HAM...
Towa News | 10 Januari 2026, 09.29 WIB
BULOG Pecahkan Rekor Serap Gabah 4,5 Juta Ton,...
Towa News | 09 Januari 2026, 10.26 WIB
Proyek 65 Kampung Nelayan Merah Putih Ciptakan 17.550...
Towa News | 09 Januari 2026, 08.33 WIB
KKP Terbitkan 292 Sertifikat CoA untuk Kelancaran Ekspor...
Towa News | 09 Januari 2026, 08.26 WIB