PPI Curug dan PT Dirgantara Indonesia Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Penerbangan

Dipublish oleh Tim Towa | 14 November 2025, 17:16 WIB

Bagikan:
X
PPI Curug dan PT Dirgantara Indonesia Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Penerbangan
(Dok. yt/ppicurug.official)

Towa News, Tanggerang- Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug menggandeng PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam kerja sama strategis pengembangan sumber daya manusia sektor kedirgantaraan nasional. Kesepakatan ini dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di kampus PPI Curug, Tangerang, Banten, pada Jumat (14/11/2025).

Penandatanganan dilakukan Direktur PPI Curug Capt. Megi Hudi Helmiadi bersama Direktur Utama PTDI Marsda TNI (Purn) Gita Amperiawan. Acara tersebut disaksikan Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Abrar Tuntalani.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kapasitas SDM, riset dan inovasi, pemanfaatan fasilitas serta tenaga ahli, program magang dan praktik industri, pemberian beasiswa melalui CSR, hingga rekrutmen lulusan pendidikan vokasi.

Capt. Megi menegaskan kesiapan institusinya mendukung peningkatan kompetensi SDM aviasi Indonesia. "Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat peran Politeknik Penerbangan Indonesia Curug dalam perjalanan insan transportasi yang kuat, profesional, dan berdaya saing global," ujarnya seperti dilaporkan SinPo.id.

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan upusan konkret mewujudkan keterkaitan antara dunia pendidikan vokasi dan industri penerbangan nasional. Menurutnya, kerja sama strategis dengan PTDI menjadi bagian penting menuju kemandirian industri penerbangan Indonesia.

Kesenjangan SDM Kedirgantaraan

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menilai kerja sama ini sangat strategis sebagai investasi masa depan aviasi nasional. Ia menyebut PPI Curug sebagai lembaga penyiap SDM penerbangan, sementara PTDI bergerak di bidang industri.

"Industri penerbangan nantinya sangat membutuhkan SDM hasil binaan dari lembaga penerbangan, salah satunya adalah PPI Curug. Ini adalah salah satu proyek masa depan," kata Gita seperti dikutip dari SinPo.id.

Gita mengungkapkan data Bappenas yang menunjukkan kesenjangan signifikan antara kebutuhan dan ketersediaan SDM sektor kedirgantaraan. Pertumbuhan lapangan kerja di sektor ini mencapai 8 persen per tahun, namun kemampuan Indonesia menyiapkan SDM hanya 3 persen.

"Jadi antara 8 persen dan 3 persen ini adalah data BPS yang disampaikan kepada Bappenas," tuturnya seperti dilaporkan SinPo.id.

Ia menekankan pentingnya percepatan penyiapan SDM tersertifikasi untuk menangani kebutuhan industri kedirgantaraan. PTDI mengajak PPI Curug membantu menyiapkan SDM khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Buka Peluang Karier Lebih Luas

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Abrar Tuntalani menilai kolaborasi ini sebagai langkah nyata meningkatkan daya saing kedirgantaraan Indonesia. Menurutnya, kerja sama membuka peluang lebih lebar bagi lulusan PPI Curug meniti karier di PTDI.

"Saya mengajak seluruh adik-adik civitas PPI Curug, dunia industri, dan pihak berkepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi. Kalian adalah generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menghadapi perubahan global, dan membawa Indonesia menembus langit di masa depan," ujar Abrar seperti dikutip dari SinPo.id.

Penandatanganan MoU diikuti seminar bertajuk "Menembus Langit Menyambut Masa Depan: Ajang Promosi Pendidikan Kedirgantaraan Indonesia" yang dihadiri sivitas akademika dan pemangku kepentingan industri penerbangan.

Sumber: Sinpo.id

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video