Prabowo Gelar Rapat Terbatas Begitu Tiba di Sumbar, Bahas Penanganan Bencana Banjir dan Longsor

Dipublish oleh Tim Towa | 17 Desember 2025, 22:36 WIB

Bagikan:
X
Prabowo Gelar Rapat Terbatas Begitu Tiba di Sumbar, Bahas Penanganan Bencana Banjir dan Longsor
(Foto: Instagram/@sekretariat.kabinet)

Towa News, Padang - Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas segera setelah mendarat di Sumatera Barat pada Rabu (17/12/2025) malam. Kedatangan ini merupakan kunjungan kedua kepala negara ke wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir untuk memantau penanganan bencana banjir dan tanah longsor.

Rapat berlangsung secara tertutup di Markas Komando Daerah Militer Sumatera Barat dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Turut hadir pula jajaran petinggi militer dan kepolisian seperti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAD TNI Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL TNI Laksamana Muhammad Ali, dan KSAU TNI Marsekal Tonny Harjono. Kepala BIN M Herindra serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga ikut dalam pertemuan tersebut.

"Presiden tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 18.30 WIB, dan langsung mengadakan rapat terbatas di Markas Komando Daerah Militer Sumatra Barat," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya seperti dikutip dari instagram sekertriat.kabinet.

Kunjungan kali ini dilakukan tiga hari setelah Prabowo meninjau lokasi bencana di Aceh untuk ketiga kalinya dan Sumatera Utara untuk kedua kalinya.

Menurut Teddy, presiden akan mengunjungi tiga kabupaten terdampak bencana pada Kamis (18/12/2025). Kabupaten yang akan dikunjungi meliputi Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

"Dalam kunjungan ini, Kepala Negara diagendakan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana, baik titik pembangunan hunian sementara, titik pengungsian, titik pembangunan jembatan sekaligus memastikan percepatan pemulihan semua infrastruktur," katanya.

Rangkaian bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Data terakhir mencatat 1.059 orang meninggal dunia dan 192 orang masih dalam status hilang akibat bencana tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video