Dipublish oleh Tim Towa | 15 Januari 2026, 13:17 WIB
Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengadakan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). Pertemuan dihadiri sekitar 1.200 undangan yang terdiri dari rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa taklimat tersebut merupakan bagian dari komunikasi strategis presiden dengan pemangku kepentingan pendidikan nasional.
"Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," kata Menteri Pras seperti dikutip dari Biro Pers Sekretariat Presiden, Kamis (15/1).
Menurut Menteri Pras, Presiden Prabowo dalam sepekan terakhir memfokuskan perhatiannya pada penguatan sektor pendidikan sebagai dasar pembangunan nasional, sejalan dengan program swasembada pangan dan energi.
Dalam taklimat tersebut, sejumlah isu strategis pendidikan tinggi menjadi bahan diskusi. Salah satunya adalah percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter yang masih mengalami kekurangan signifikan.
"Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan," ungkap Prasetyo dalam keterangannya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian pada peningkatan mutu perguruan tinggi, mencakup kualitas dosen, sarana prasarana, hingga keberlanjutan pembiayaan operasional kampus.
Pemerintah tengah mengupayakan agar perguruan tinggi Indonesia dapat berkembang dengan baik tanpa membebani masyarakat dan mahasiswa dari sisi biaya pendidikan.
"Sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas, dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa," tambah Menteri Pras seperti dilaporkan Biro Pers Sekretariat Presiden.
Taklimat ini menegaskan komitmen pemerintahan Prabowo dalam menempatkan pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Yusril: Stabilitas Pemerintahan Ditentukan Kompromi Politik, Bukan Ambang...
Towa News | 04 Maret 2026, 12.37 WIB
Produksi Beras Januari 2026 Tumbuh 38,56 Persen, Capai...
Towa News | 03 Maret 2026, 11.22 WIB
Kejagung Sita Puluhan Aset Tanah dan Pabrik Sawit...
Towa News | 03 Maret 2026, 10.59 WIB
WNI di Timur Tengah Diminta Waspada, Kemlu RI...
Towa News | 01 Maret 2026, 21.17 WIB
Prabowo Siap ke Teheran, Indonesia Ambil Peran Mediasi...
Towa News | 01 Maret 2026, 02.05 WIB