Prabowo Instruksikan Peningkatan Produksi Ayam dan Telur untuk Program Makan Bergizi Gratis

Dipublish oleh Tim Towa | 20 November 2025, 12:47 WIB

Bagikan:
X
Prabowo Instruksikan Peningkatan Produksi Ayam dan Telur untuk Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi untuk menggenjot produksi daging ayam dan telur guna memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui koordinasi dengan para peternak nasional.

Menteri Amran mengadakan pertemuan dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dan peternak ayam pedaging dari berbagai daerah di kantor Kementerian Pertanian pada Rabu (19/11/2025). Pertemuan ini merespons langsung permintaan kepala negara.

"Ini adalah perintah Bapak Presiden tadi malam, 'Pak Mentan bagaimana telur?' Kami katakan 'Siap Bapak Presiden, besok kami laksanakan rapat bersama seluruh Indonesia'," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seperti dikutip dari DetikFinance, Rabu (19/11/2025).

Target Produksi Ditingkatkan

Hasil rapat koordinasi menghasilkan kesepakatan konkret mengenai peningkatan produksi. Produksi telur akan dinaikkan sebesar 700 ribu ton dari produksi tahunan yang saat ini mencapai 6,5 juta ton. Sementara itu, produksi daging ayam ditargetkan bertambah 1,1 juta ton.

Mentan Amran optimistis bahwa peningkatan produksi ini akan berdampak pada stabilisasi harga di pasaran. Menurutnya, kenaikan harga telur saat ini masih dalam batas wajar dan diprediksi akan turun dalam waktu dekat.

Amran menjelaskan bahwa harga Day Old Chick (DOC) atau anak ayam telah mengalami penurunan dari Rp 14.000 menjadi maksimal Rp 11.500. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong penurunan harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen.

Harga Khusus untuk Program MBG

Dalam pertemuan tersebut, Pinsar juga menyepakati penetapan harga khusus untuk kebutuhan program MBG. Peternak telur ayam bersedia memasok telur kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan harga Rp 27.500 per kilogram.

"Tetapi kami dari peternak ini sudah sepakat bahwa kami tidak mengambil nilai yang tertinggi untuk Rp 30.000/kg, karena sangat memberatkan. Supaya program MBG ini bisa berjalan lancar, kami hanya membanderol dengan angka Rp 27.500/kg," ujar Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso seperti dilansir DetikFinance.

Namun, kesepakatan harga tersebut mensyaratkan SPPG untuk membeli langsung dari peternak yang tergabung dalam koperasi, bukan melalui perantara. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kelancaran pasokan sekaligus memberikan kepastian usaha bagi para peternak.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video