Dipublish oleh Tim Towa | 18 November 2025, 11:24 WIB
Towa News, Bekasi - Presiden Prabowo Subianto menjadikan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai prioritas utama dalam penyaluran perangkat papan interaktif digital untuk sekolah di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan saat peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025).
Kepala negara menekankan komitmen pemerintah untuk meratakan akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok negeri. Sebanyak 288 ribu unit Interactive Flat Panel (IFP) akan didistribusikan ke seluruh sekolah tanpa terkecuali.
"Suatu saat orang akan mengenang bagaimana 288 ribu alat ini bisa didistribusikan ke semua sekolah di Indonesia termasuk yang di 3T. Di tempat yang paling terpencil, yang paling terluar dan di daerah yang paling tertinggal. Kita kirim ke situ. Bahkan itu prioritas pertama yang kita kirim," kata Presiden Prabowo seperti dilansir BPMI Setpres.
Prabowo mengakui masih ada tantangan dalam pendistribusian perangkat tersebut. Sekitar 140 sekolah berada di kawasan pegunungan dengan akses yang sangat sulit dijangkau. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah mengerahkan TNI dan Polri guna memastikan semua sekolah mendapatkan fasilitas yang sama.
"Hanya saya dapat laporan ada 140 sekolah yang ada di pegunungan-pegunungan yang susah. Tapi insyaallah kita pun akan sampai ke situ dan kita akan dibantu oleh TNI dan Polri supaya semua, semua sekolah akan mendapat kesempatan yang sama," ungkap Prabowo dalam acara tersebut.
Presiden juga mengumumkan rencana pembukaan studio pembelajaran di Jakarta yang akan memfasilitasi guru-guru memberikan materi pelajaran secara daring ke seluruh sekolah di Indonesia. Modul pembelajaran ini nantinya dapat diakses secara gratis oleh siapa saja.
"Ini baru awal, kita akan terus tingkatkan. Kita akan segera buka studio di Jakarta. Guru-guru akan memberi pelajaran ke semua sekolah di Indonesia. Guru-guru di daerah yang merasa perlu perkuatan, dia bisa buka dan semua modul ini nanti boleh diakses gratis oleh siapapun," tambah Prabowo.
Pemerintah menargetkan seluruh sekolah menerima perangkat digital dalam waktu kurang dari satu tahun. Program ini akan dilanjutkan dengan penambahan perangkat pada tahun berikutnya serta pembangunan ratusan sekolah baru dan ribuan sekolah terintegrasi.
"Alhamdulillah program ini bisa dimulai dengan cepat. Kurang satu tahun semua sekolah sudah menerima. Tahun depan terus kita tambah. Kualitas pendidikan kita harus kita perbaiki. Kita akan bikin ratusan sekolah baru, ribuan sekolah terintegrasi, perbaiki, semua pendidikan kita perbaiki," ujar kepala negara usai acara peluncuran.
Program digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB