Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Dibuka Gratis untuk Umum

Dipublish oleh Tim Towa | 16 Mei 2026, 12:52 WIB

Bagikan:
X
Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Dibuka Gratis untuk Umum
(Dok.Sekertariat Presiden)

Towa News, Nganjuk - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang berlokasi di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Peresmian ini menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan buruh sekaligus upaya pelestarian sejarah gerakan pekerja di Indonesia.

Dalam prosesi peresmian, Prabowo membacakan pernyataan resmi sebelum menandatangani prasasti museum. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam acara persemian Museum di nganjuk, Sabtu (16/5).

Sebelum prosesi berlangsung, Presiden menyempatkan diri menyapa keluarga Marsinah dan meninjau isi museum, termasuk kamar yang masih dipertahankan seperti kondisi aslinya. Ia didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani NenaWea selaku inisiator pembangunan museum.

Dibangun dari Iuran Buruh

Museum yang berdiri di kawasan rumah masa kecil Marsinah ini memuat sejumlah koleksi penting, mulai dari pakaian dan tas peninggalan Marsinah hingga kliping koran asli yang merekam peristiwa kematiannya serta proses pengadilan yang menyusul. Museum ini juga menampilkan diorama kondisi buruh pada era 1990-an dan miniatur momen penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 lalu.

Presiden KSPSI Andi Gani menegaskan bahwa pembangunan museum tidak menggunakan dana APBN. "Museum ini dibangun dari iuran buruh, dibantu penasihat buruh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta keluarga besar Marsinah," kata Andi Gani , Sabtu (16/5).

Museum ini juga dilengkapi fasilitas Rumah Singgah bagi pekerja dan peziarah yang datang dari berbagai daerah. Meski telah diresmikan, museum baru akan dibuka untuk masyarakat umum tujuh hari setelah peresmian, tanpa dipungut biaya.

Marsinah, Pahlawan dari Nganjuk

Marsinah dikenal luas sebagai aktivis buruh yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja. Pada 1993, ia menjadi juru runding bagi ratusan buruh yang mogok kerja menuntut penerapan upah minimum dan kebebasan serikat buruh di perusahaan tempatnya bekerja di Sidoarjo. Ia menghilang pada 5 Mei 1993 dan jasadnya ditemukan empat hari kemudian.

Prabowo mengungkapkan bahwa penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional berawal dari usulan organisasi-organisasi buruh. "Saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional dan waktu itu mereka minta, Bapak harus resmikan Museum Marsinah di Nganjuk. Baik, saya datang," kata Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (16/5).

Dihadiri Ribuan Buruh dan Pejabat Negara

Acara peresmian diperkirakan dihadiri sekitar 7.000 buruh dari Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, dan Jombang. Sejumlah pejabat tinggi turut hadir, antara lain Menko Polkam Djamari Chaniago, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Hadir pula Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) Shoya Yoshida serta jajaran pimpinan MPR dan DPD RI.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga tercatat hadir dalam peresmian yang berlangsung di tanah kelahiran sang pahlawan buruh tersebut.

 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video