Prabowo Tegaskan Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Satu Partai

Dipublish oleh Tim Towa | 16 Mei 2026, 13:07 WIB

Bagikan:
X
Prabowo Tegaskan Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Satu Partai
(Dok.YT/Sekertariat Presiden)

Towa News, Nganjuk - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno, tidak bisa diklaim sebagai milik satu partai politik mana pun. Menurutnya, Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

"Jadi maaf, Bung Karno bukan milik satu partai. Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia," ujar Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku banyak menimba pelajaran dari pemikiran Bung Karno. Ia juga menyampaikan bahwa pandangan politiknya bersumber dari ajaran para pendiri bangsa.

"Percayalah kaum buruh, percayalah semuanya. Paham saya adalah paham pendiri bangsa kita," kata Prabowo.

Tak hanya Bung Karno, Prabowo turut menyebut tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir sebagai milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

"Bung Karno, Bung Hatta milik seluruh rakyat Indonesia. Semuanya. Sjahrir. Semua," ujarnya.

Prabowo menilai, kekuatan sejati Indonesia terletak pada kemampuan merangkul seluruh golongan dan mengambil inspirasi dari berbagai sumber pemikiran.

"Di situ kehebatan kita, kalau kita mau hebat, kalau kita mau maju. Jadi kita ambil kekuatan dari semua pihak. Itu dahsyat Indonesia," nilai Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif dan nonblok. Ia menyatakan Indonesia tidak ingin memiliki musuh dan bertekad menjadi tetangga yang baik bagi semua negara.

"Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua," kata Prabowo.

"Makanya saya canangkan, begitu saya jadi presiden, politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif, nonblok, dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik," tegasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video