MEMUAT BERITA...

Prabowo: Revitalisasi Stasiun Bisa Jadi Daya Tarik Wisata dan Bagian Transformasi Bangsa

Tim Towa - Towa News
Kamis, 30 Juli 2026 13:35 WIB
Prabowo: Revitalisasi Stasiun Bisa Jadi Daya Tarik Wisata dan Bagian Transformasi Bangsa
(Dok.Sekertariat Presiden)

Towa News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa revitalisasi ratusan stasiun kereta api yang tengah dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berpotensi menjadi daya tarik wisata baru sekaligus bagian dari upaya transformasi nasional di berbagai sektor.

Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan hasil revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik," kata Presiden Prabowo Subianto seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden, Kamis (30/7).

Prabowo menilai upaya pelestarian stasiun-stasiun bersejarah berpotensi menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang memiliki ketertarikan terhadap wisata sejarah dan budaya.

Presiden juga menegaskan bahwa pelestarian bangunan stasiun bukan sekadar menjaga warisan sejarah, melainkan juga bagian dari agenda pembenahan menyeluruh di berbagai sektor.

"Lestarikan semua stasiun, ini juga bagian dari lestarikan sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian daripada usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi," ujar Presiden Prabowo Subianto seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden, Kamis (30/7).

Tekankan Kebersihan dan Estetika Lingkungan Stasiun

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut meminta agar pembenahan fasilitas di sekitar kawasan stasiun tidak mengabaikan aspek kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan.

"Kita ubah kesan. Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri. Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat," tuturnya seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden, Kamis (30/7).

Menurut Presiden, perbaikan infrastruktur transportasi yang berjalan beriringan dengan pelestarian bangunan bersejarah dinilai mampu memperkuat potensi pariwisata di berbagai daerah. Ia berharap langkah revitalisasi stasiun turut mendukung agenda transformasi nasional melalui penyediaan fasilitas publik yang lebih baik dan terawat.

Renovasi Tahap Pertama Rampung dalam 240 Hari

Pada acara tersebut, Presiden Prabowo meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang. Proyek renovasi ini dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang selama 240 hari, berlangsung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

Stasiun Semarang Tawang tercatat sebagai stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh layanan kereta api penumpang yang melintasi Kota Semarang.

Sepanjang semester pertama 2026, stasiun ini mencatatkan kinerja layanan yang cukup baik. Stasiun tersebut menempati posisi keempat sebagai stasiun tersibuk di Indonesia, dengan volume naik-turun penumpang mencapai lebih dari 2,15 juta aktivitas serta tingkat ketepatan waktu keberangkatan (on time performance) sebesar 99,45 persen.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi