Dipublish oleh Tim Towa | 07 Januari 2026, 13:55 WIB
Towa News, Karawang - Presiden Prabowo Subianto menyebut petani sebagai kelompok yang paling setia dan merah putih di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara panen raya dan pengumuman program swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa peran petani sangat krusial sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ketika negara baru merdeka dan belum memiliki sistem keuangan yang mapan, para petanilah yang menjadi tulang punggung perjuangan.
"Tidak ada anggaran, belum ada Kementerian Keuangan, belum ada pajak, belum ada Bea-Cukai, siapa yang biayai pejuang-pejuang?" ujar Prabowo seperti dilansir DetikNews, Rabu (7/1/2026).
Kepala negara tersebut menegaskan bahwa rakyat Indonesia, khususnya petani, yang menyediakan kebutuhan pangan bagi para pejuang kemerdekaan.
"Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat Indonesia. Yang memberikan makan pada tentara pejuang para petani di Indonesia," sambungnya.
Prabowo juga berbagi pengalaman pribadinya saat bergabung dengan TNI pada 1970. Ia mengingat momen ketika menjalani latihan militer di pedesaan Jawa Tengah dan Jawa Barat, di mana warga desa yang berprofesi sebagai petani selalu menyambut dengan ramah.
"Saya masuk tentara tahun 70, tapi saya merasakan setiap saya latihan di desa-desa Jawa Tengah dan Jawa Barat, rakyat keluar dari rumah, rumah sederhana, gedek, yang lantainya masih tanah. Mereka keluar dari rumah, memberi minuman teh, pisang, singkong kepada kami," kenang Prabowo seperti dikutip DetikNews.
Presiden mengaku kagum dengan ketulusan petani yang rela bersusah payah mengambil air dan kayu bakar dari jarak jauh hanya untuk menyajikan hidangan kepada para tentara.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Prabowo meyakini loyalitas petani terhadap bangsa tidak perlu diragukan lagi.
"Para petanilah yang paling setia. Yang paling loyal dan yang paling merah putih di Republik Indonesia ini," kata Prabowo seperti dilansir DetikNews.
Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa selama puluhan tahun petani dan nelayan belum mendapat penghormatan yang layak. Ia menilai jasa mereka yang begitu besar kepada negara belum diimbangi dengan perlindungan yang memadai.
"Saya tidak habis pikir, puluhan tahun para petani kita, para nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi," ungkapnya dalam acara yang sama.
Acara panen raya tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengumumkan program swasembada pangan sekaligus memberikan apresiasi kepada para petani yang telah berjasa bagi bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB