Prabowo Soroti 29 Juta Warga Belum Miliki Rumah, Instruksikan Menteri Bekerja Maksimal

Dipublish oleh Tim Towa | 20 Desember 2025, 15:33 WIB

Bagikan:
X
Prabowo Soroti 29 Juta Warga Belum Miliki Rumah, Instruksikan Menteri Bekerja Maksimal
(Dok.Sekertariat Presiden)

Towa News, Serang - Presiden Prabowo Subianto menyoroti fakta bahwa 29 juta penduduk Indonesia hingga kini belum memiliki tempat tinggal. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peresmian akad massal 50.030 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi beserta penyerahan kunci di Serang, Banten, pada Sabtu (20/12/2025).

Kendati mengapresiasi kemajuan program perumahan rakyat, Prabowo mengakui bahwa pencapaian target pemerintah masih memerlukan kerja keras.

"Hari ini saya yah merasa gembira walaupun saya sadar perjalanan masih jauh, cita-cita kita masih jauh 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah," kata Presiden Prabowo Subianto seperti dilaporkan DetikNews, Sabtu (20/12/2025).

Kepala negara menginstruksikan Menteri Perumahan dan Pemukiman Maruarar Sirait serta seluruh kabinet terkait untuk mengerahkan upaya maksimal dalam menyelesaikan persoalan perumahan. Prabowo meyakini bahwa dengan kerja sama solid dan tekad kuat, setiap tantangan dapat diatasi.

"Jadi Pak Ara kerja keras, semua menteri kita kompak, kita cari jalannya, kalau ada kehendak pasti ada jalan," ujarnya seperti dikutip dari DetikNews.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo melakukan evaluasi terhadap pengelolaan sumber daya nasional. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang kaya namun masih perlu memperbaiki tata kelola kekayaan tersebut.

"Negara kita kaya tapi kita kadang-kadang harus koreksi diri, kadang kadang kita kurang pandai mengelola kekayaan kita. Sekarang harus kita kelola dengan baik, kita harus tegakkan hukum, tegakkan peraturan, negara harus hadir tapi negara harus bersih, pemerintah harus bersih, pemerintah tidak bisa mengizinkan institusinya korup," ujarnya dalam laporan DetikNews.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik penyelewengan di kalangan aparat pemerintahan. Ia menilai, aparat yang bersih dan profesional menjadi kunci agar kesejahteraan dapat tersalurkan secara merata kepada masyarakat.

"Saya bertekad berusaha untuk membersihkan aparat, karena aparat adalah yang akan meneruskan dan memberi pelayanan kepada rakyat, kalau yang memberi pelayanan tidak baik dan tidak jujur, saya kita kekayaan terus akan tidak sampai ke rakyat," ucap Prabowo.

Program KPR Subsidi yang diresmikan di Serang merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi backlog perumahan di Indonesia yang masih cukup tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video