Prabowo: Swasembada Beras Tercapai Lebih Cepat, Cadangan Tembus Rekor 3 Juta Ton

Dipublish oleh Tim Towa | 07 Januari 2026, 10:15 WIB

Bagikan:
X
Prabowo: Swasembada Beras Tercapai Lebih Cepat, Cadangan Tembus Rekor 3 Juta Ton
(Foto: BPMI Setpres/Rusman)

Towa News, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pencapaian pemerintahannya selama satu tahun terakhir sangat membanggakan. Ia menegaskan strategi transformasi bangsa yang diusung sejak masa kampanye telah disusun secara terukur dan didasarkan pada kajian jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).

"Apa yang kita telah capai, menurut saya sangat membanggakan. Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi, strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun," kata Presiden Prabowo seperti dilansir dari Sekretariat Presiden, Selasa (6/1).

Kepala negara menekankan inti dari strategi pemerintahannya adalah mewujudkan kemandirian bangsa. Menurutnya, Indonesia harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, dengan swasembada pangan sebagai elemen kunci yang tak bisa ditawar.

"Bangsa Indonesia harus mandiri, bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka, bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya," tegas Presiden, seperti dikutip dalam taklimat tersebut.

Prabowo menjelaskan bahwa konsep swasembada pangan tidak terbatas pada beras semata, melainkan mencakup keseluruhan kebutuhan nutrisi masyarakat, termasuk karbohidrat dan protein. Selain sektor pangan, kemandirian energi juga menjadi prioritas untuk mencapai kemakmuran nasional.

"Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan," ujar Prabowo dalam paparannya.

Presiden menilai kondisi geopolitik global saat ini semakin membuktikan pentingnya kemandirian nasional. Ia mencontohkan konflik di negara-negara penghasil pangan dunia serta pengalaman Indonesia ketika pandemi Covid-19 melanda.

"Kita juga pernah mengalami Covid. Semua negara pengekspor makanan menutup. Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang," ungkap Prabowo, seperti dikutip dalam taklimat di Hambalang.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa syukurnya karena Indonesia berhasil mencapai swasembada beras lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan. Ia juga mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini mencapai rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia.

"Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur," pungkas Presiden Prabowo dalam taklimat tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video